Nov 10, 2019 18:40 Asia/Jakarta
  • IISS
    IISS

Sebuah lembaga think tank Inggris, The International Institute for Strategic Studies (IISS) menilai Iran sebagai pemenang dalam permainan geopolitik dan geostrategik di kawasan.

Mehr News (10/11/2019) melaporkan, menurut laporan IISS, pelajaran besar strategi Iran adalah Tehran berbeda dengan negara lain, tidak menggunakan miliaran dolar dananya untuk menduduki wilayah negara lain dan membunuh rakyatnya, karena pada akhirnya tidak ada satu negarapun yang bisa membeli pengaruh dengan agresi terhadap bangsa lain.

Dalam laporannya yang diberi judul "Jaringan Pengaruh Iran di Timur Tengah", IISS menjelaskan, Iran dengan doktrin militernya, meski memiliki anggaran militer yang kecil jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Arab Saudi, telah berhasil memenangkan duel geopolitik di kawasan.

Menurut lembaga think tank Inggris itu, Pentagon dalam laporan tahunannya pada 2015 mengumumkan, doktrin militer Iran adalah defensif. Doktrin ini dirancang untuk mencegah serangan militer, dan menggagalkan serangan militer preventif, serta membalasnya.

"Dengan cara ini Iran dapat mengalahkan musuh, dan pada saat yang sama kepentingannya tetap terjaga," imbuhnya.

IISS menegaskan, dengan kata lain, selama bertahun-tahun, di tengah serbuan ancaman serangan militer baik dari Amerika maupun sekutu-sekutu regionalnya, Iran tidak pernah menginginkan perang. (HS)

Tags

Komentar