Nov 10, 2019 19:40 Asia/Jakarta
  • Mohammed bin Salman
    Mohammed bin Salman

Media Amerika Serikat, Foreign Policy mengabarkan, penawaran saham perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco dapat mengurangi kontrol keluarga kerajaan Al Saud atas perusahaan itu, maka dari itu sebenarnya Putra Mahkota Saudi telah menggadaikan kekuatan politiknya dengan harga murah.

Fars News (10/11/2019) melaporkan, sekitar seminggu lalu, pasar saham Saudi memasukkan nama Aramco ke bursa, namun penawaran sahamnya di pasar saham dalam negeri ditangguhkan hingga bulan Desember 2019.
 
Foreign Policy terkait penundaan penawaran umum saham perdana, IPO, perusahaan Aramco di pasar saham Saudi menulis, Putra Mahkota Saudi bermaksud mengumpulkan uang para investor di Aramco, namun tidak seperti yang dibayangkan, hal ini ternyata ditangguhkan. 
 
Menurut Foreign Policy, penawaran umum saham perdana Aramco memiliki dua realitas sangat penting yang saling bertolak belakang. Pertama, Aramco sebagai perusahaan minyak terbesar Saudi sangat penting bagi keluarga kerajaan, karena mereka mengontrol ketat perusahaan ini.
 
Di sisi lain, Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman yang menawarkan saham Aramco untuk menjalankan programnya Visi 2030, dinilai dapat memberikan kesempatan kepada para investor untuk menguasai kontrol lebih besar atas perusahaan minyak Saudi.
 
Menurut Foreign Policy, tujuan Bin Salman menjual saham Aramco adalah uang tunai yang lebih besar, tapi kemudian muncul masalah lain yaitu ancaman terahdap kekuatan politik Putra Mahkota Saudi. (HS)

Tags

Komentar