Des 06, 2019 21:06 Asia/Jakarta
  • Bendera negara Troika Eropa dan Iran.
    Bendera negara Troika Eropa dan Iran.

Setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir JCPOA pada Mei 2018, para anggota yang tersisa memilih mempertahankan kesepakatan karena dianggap sangat penting bagi perdamaian dan keamanan regional dan internasional.

Namun, negara-negara Eropa anggota JCPOA tidak mampu memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan tersebut. Hal ini memicu peringatan dari Rusia tentang kemungkinan runtuhnya kesepakatan nuklir JCPOA.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov pada hari Kamis (5/12/2019) mengatakan bahwa masalah yang berhubungan dengan kesepakatan nuklir Iran sedang menumpuk dan ini akan menghambat upaya untuk menyelamatkannya.

"Masalahnya tidak terselesaikan, tetapi ia justru menumpuk. Akibatnya, kita akan menemukan diri kita berada dalam situasi yang tidak dapat diubah, bukan karena tindakan Iran menurunkan komitmennya, tetapi para pihak dalam JCPOA telah lalai untuk memastikan kelangsungan kesepakatan ini," tambahnya.

Ryabkov pada hari Jumat (6/12/2019) dijadwalkan menghadiri pertemuan Komisi Bersama JCPOA, yang akan diikuti oleh perwakilan negara-negara Eropa dan Iran di Wina, Austria.

Pertemuan itu dilakukan satu bulan setelah Iran melaksanakan langkah keempat penurunan komitmennya dalam kesepakatan nuklir.

Sergei Ryabkov.

Ryabkov juga memperingatkan Troika Eropa (Inggris, Prancis, dan Jerman) agar tidak mengikuti upaya Amerika Serikat yang ingin menghancurkan JCPOA. "Rusia sangat prihatin dengan nasib JCPOA dan upaya AS untuk memastikan keruntuhannya," tandasnya.

Pemerintah AS berupaya memaksakan kehendak politiknya kepada Troika Eropa dengan tujuan menghancurkan kesepakatan tersebut.

Menurut Ryabkov, kehancuran JCPOA akan menjadi skenario terburuk dari sudut pandang mana pun, pertama dari segi dampaknya bagi rezim non-proliferasi dan kedua dari segi pelanggaran terhadap hak-hak kedaulatan negara.

Troika Eropa menjanjikan pemenuhan kepentingan ekonomi Iran setelah AS keluar dari JCPOA pada Mei 2018, tetapi mereka tidak melaksanakan janjinya itu meskipun mengecam keputusan Washington.

Setelah Eropa tidak mampu memenuhi komitmen JCPOA tanpa kehadiran AS, Iran juga memutuskan untuk mengurangi komitmen kesepakatan nuklir tersebut. Tehran sejauh ini telah mengambil empat langkah pengurangan komitmen JCPOA.

Tetapi, Iran menegaskan bahwa pihaknya siap kembali ke kondisi sebelumnya jika Troika Eropa mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi komitmennya.

Menurut para pejabat Tehran, beban mempertahankan JCPOA harus dipikul oleh semua pihak, bukan hanya Iran. (RM)

Tags

Komentar