Des 10, 2019 20:15 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi konvoi tentara Amerika.
    Ilustrasi konvoi tentara Amerika.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, berulang kali mengeluhkan masalah anggaran yang dialokasikan negara-negara Eropa untuk biaya pertahanan dan menyatakan keraguan untuk terus mengeluarkan biaya bagi keamanan Eropa.

Namun, Pentagon justru telah menyusun rencana untuk meningkatkan jumlah pasukan di Eropa. Pentagon akan mengerahkan 20.000 tentara ke Eropa, jumlah pasukan AS yang terbesar di benua itu dalam 25 tahun terakhir.

Para pejabat militer AS mengatakan, ribuan tentara dikirim untuk mengikuti latihan militer bersama di negara-negara Eropa di tengah meningkatnya ketegangan NATO dengan Rusia.

Komandan Angkatan Darat AS di Eropa, Jenderal Christopher G. Cavoli mengatakan, 20.000 tentara AS akan dikirim ke benua itu tahun depan untuk bergabung dengan 9.000 tentara lainnya yang sudah ditempatkan di Eropa.

"Tujuannya adalah untuk menunjukkan kemampuan militer AS dalam kecepatan mengerahkan pasukan besar untuk mendukung NATO dan menanggapi setiap krisis," tambahnya.

Sekitar 37.000 tentara Amerika akan mengikuti latihan militer di 10 negara Eropa dari Mei sampai Juni 2020. AS juga akan memindahkan 13.000 peralatan militer termasuk tank, artileri, dan kendaraan transportasi dari Februari 2020.

Di era pemerintahan Barack Obama, AS merencanakan pengurangan pasukan di Eropa, tetapi perkembangan baru di benua itu terutama ketegangan NATO dengan Rusia di Eropa Timur dan krisis Ukraina, telah mendorong Washington untuk meninjau ulang rencana tersebut.

Latihan Defender-Europe 20 akan menandai titik balik strategis setelah bertahun-tahun pengurangan pasukan AS di Eropa pasca Perang Dingin.

AS mengklaim bahwa tindakan agresif Rusia di Eropa Timur memacu mereka untuk mengambil pendekatan militer baru. Jenderal Cavoli menuturkan aneksasi Krimea ke Rusia pada tahun 2014 telah mengubah segalanya.

Sebaliknya, Rusia memiliki pandangan yang berbeda mengenai perkembangan keamanan di Eropa. Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu menuturkan tindakan destruktif negara-negara Eropa yang dilakukan atas arahan AS, telah merusak situasi keamanan dan semakin memperburuk hubungan Moskow dan Brussels.

NATO dan AS terus memperbanyak jumlah pasukannya di wilayah Eropa yang berbatasan dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Dalam pandangan Moskow, tindakan itu secara serius mengancam keamanan nasional Rusia.

NATO benar-benar bertindak untuk memenuhi kepentingan AS di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Ekspansi NATO di Eropa Timur bertujuan untuk menghalau pengaruh Rusia, yang sejalan dengan kebijakan luar negeri AS. Di sini, Washington memanfaatkan NATO sebagai instrumen untuk mencapai kepentingannya.

Menanggapi kebijakan agresif NATO, Rusia dalam doktrin militernya menganggap NATO sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya. (RM)

Tags

Komentar