Des 13, 2019 18:09 Asia/Jakarta
  • kerusuhan di Iran
    kerusuhan di Iran

Dua mantan pejabat pemerintah Amerika Serikat dalam catatannya memperingatkan presiden negara itu agar menghentikan upaya untuk menggulingkan sistem pemerintahan Republik Islam Iran.

Fars News (12/12/2019) melaporkan, mantan koordinator Gedung Putih untuk urusan Timur Tengah, Philip Gordon dan mantan asisten khusus presiden Amerika, Robert Malley dalam artikelnya yang dimuat majalah Foreign Policy membantah kebenaran argumen pemerintah Presiden Donald Trump bahwa kerusuhan terbaru di Iran membuktikan kebijakan Gedung Putih efektif.
 
Gordon dan Malley menyinggung statemen Utusan khusus Gedung Putih untuk Iran, Brian Hook, dan Menlu Amerika, Mike Pompeo yang menyatakan bahwa kerusuhan di Iran adalah keberhasilan kebijakan tekanan maksimum.
 
Misalnya, Brian Hook dalam wawancara dengan BBC mengatakan, demonstrasi-demonstrasi di Iran sangat menggembirakan.
 
Menurut Philip Gordon dan Robert Malley, statemen semacam itu lebih merupakan bukti upaya pemerintah Trump untuk menggulingkan sistem pemerintahan Republik Islam Iran, daripada keberhasilan kebijakan tekanan maksimum.
 
Menurutnya, provokasi yang dilakukan untuk mendorong warga Iran melakukan demonstrasi dan menunjukkan ketidakpuasan mereka, membawa pesan yang jelas. Sejak awal pemerintah Amerika mengklaim, target mereka adalah mengubah perilaku Republik Islam Iran, bukan untuk menggulingkannya.
 
"Akan tetapi realitas di lapangan berbeda, dukungan Amerika atas kerusuhan di Iran justru mengungkap maksud sebenarnya Gedung Putih yang selama ini ditutup-tutupi," pungkasnya. (HS)

Tags

Komentar