Jan 17, 2020 13:41 Asia/Jakarta
  • Marie Yovanovitch
    Marie Yovanovitch

Pemerintah Ukraina mengumumkan pihaknya sedang menyelidiki kasus spionase Gedung Putih untuk memenuhi permintaan mantan duta besar AS di Kiev.

Surat kabar The Independent melaporkan, Kementerian Dalam Negeri Ukraina hari Kamis (16/1/2020) meluncurkan masalah kasus investigasi aksi mata-mata terhadap mantan duta besar AS untuk Kiev, Marie Yovanovitch.

Kemenlu Ukraina menyatakan, komisi intelijen DPR AS telah merilis informasi tentang tindakan ilegal Gedung Putih untuk memantau Yovanovitch saat bertugas di Ukraina.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Ukraina, perangkat elektronik pribadi Yovanovitch kemungkinan besar juga disadap.

Kongres AS pada hari Selasa merilis dokumen yang menyatakan bahwa aksi mata-mata terhadap Yovanovitch diperintahkan oleh salah seorang pendukung Trump, Robert Hyde.

Trump baru-baru ini secara tiba-tiba memecat Marie Yovanovitch dari jabatannya sebagai duta besar AS untuk Ukraina.

Yovanovitch, yang bersaksi dalam kasus pemakzulan Presiden AS Donald Trump, menyerukan penyelidikan terhadap aksi mata-mata tentara bayaran Gedung Putih selama ia menjalankan tugasnya di Kiev.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi menandatangani RUU yang memuat klausul pemakzulan Presiden Donald Trump pada hari Kamis (16/1/2020) dan mengirimkannya ke Senat AS.

Pada 18 Desember 2019, Dewan Perwakilan Rakyat AS melakukan pemungutan suara bersejarah atas RUU pemakzulan Trump mengenai dua tuduhan "penyalahgunaan kekuasaan" dan "mengganggu penyelidikan Kongres AS."

Proses pemakzulan Trump dimulai setelah terungkap kasus tekanan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk melemahkan Joe Biden, calon penantang utama Trump dalam pilpres AS 2020.(PH)

Tags

Komentar