Jan 19, 2020 21:21 Asia/Jakarta
  • Tentara AS di Irak
    Tentara AS di Irak

Anggota senior Stop the War Coalition di Inggris menilai langkah Amerika Serikat ditujukan untuk memperparah krisis di Irak.

John Rees Ahad (19/01) saat diwawancarai IRNA di London mengatakan, "Transformasi Timur Tengah (Asia Barat) untuk jangka panjang bergerak ke arah kehadiran pasukan AS di Irak tidak akan langgeng, mereka ingin meningkatkan krisis di negara ini."

"Teror Jenderal Soleimani, komandan pasukan IRGC Iran adalah contoh dari langkah pengobaran instabilitas Amerika," kata John Rees.

Anggota senior Stop the War Coalition ini menekankan, AS tidak ingin kehilangan kontrol Irak, oleh karena itu, Washington berusaha menyeret kondisi ke arah krisis.

Lebih lanjut Rees menambahkan, teror Abu Mahdi al-Muhandi, wakil komandan Hashd al-Shaabi memicu kemarahan rakyat Irak dan kondisi tidak lagi dapat ditoleransi militer Amerika.

Jenderal Soleimani bersama Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi serta delapan orang lainnya gugur syahid Jumat (03/01) dini hari akibat serangan udara militer Amerika di dekat Bandara Udara Baghdad, Irak.

Sementara itu, Sepah Pasdara Iran Rabu (08/01) membalas kejahatan Amerika ini dengan menembakkan puluhan rudal ke pangkalan militer Washington di Ain al-Asad, Irak. (MF)

 

Tags

Komentar