Jan 20, 2020 20:47 Asia/Jakarta
  • NPT
    NPT

Seorang mantan pejabat Gedung Putih memperingatkan, kebijakan taik layak Trump terkait JCPOA mendorong Republik Islam Iran keluar dari Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT).

Seperti dilaporkan IRNA, Frank Von Hippel, mantan asisten direktrut keamanan nasional di kantor Kantor Perencanaan Sains dan Teknologi Gedung Putih, saat diwawancarai IRNA menilai keluarnya AS dari JCPOA sebuah proses berbahaya dan memperingatkan, jika kebijakan mengecewakan Uni Eropa dihadapan pemerasan Donald Trump tidak diubah, maka kita harus menunggu dampak lebih buruk seperti keluarnya Iran dari NPT.

"Tak diragukan lagi bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanana," tegas Von Hippel.

Mantan petinggi Gedung Putih ini terkait raport Eropa yang tidak memuaskan di JCPOA menjelaskan, ini sangat mengecewakan bahwa Eropa, Cina dan Rusia tidak melakukan langkah lebih banyak untuk JCPOA dan sikap Eropa yang bersedia tunduk dihadapan represi Amerika sangat mengejutkan.

Von Hippel menambahkan, Uni Eropa harus memanfaatkan kemampuannya di tingkat internasional dan mengurangi ketergantungannya kepada Amerika, karena Washington saat ini tidak dapat dipercaya.

Mohammad Javad Zarif menlu Iran Senin (20/01) seraya mengisyaratkan perilaku Eropa yang tidak dapat dibenarkan dan ilegal terkait JCPOA menyatakan, "Jika berkas Iran dikirim ke Dewan Keamanan PBB, maka Tehran berpotensi keluar dari NPT." (MF)

 

Tags

Komentar