Jan 21, 2020 19:02 Asia/Jakarta
  • PM Libya Fayez al-Sarraj
    PM Libya Fayez al-Sarraj

Kepala pemerintah persatuan nasional Libya seraya mengungkapkan kekhawatiran atas kehadiran pasukan Uni Emirat Arab (UEA) di Libya menjelaskan, "Tak jelas apa yang dicari petinggi Abu Dhabi di negara kami."

Fayez al-Sarraj saat diwawancarai televisi Aljazeera menyebut Jenderal Khalifa Haftar, komandan Tentara Nasional Libya mencegah penerapan perdamaian di Libya dan mengaku khawatir atas kehadiran pasukan UEA di negaranya.

"Uni Emirat Arab tidak memiliki perbatasan bersama dengan Libya dan ini membuat Tripoli mempertanyakan tujuan Abu Dhabi mengirim pasukannya ke Libya," papar al-Sarraj.

Terkait konferensi keamanan Berlin yang digelar hari Ahad, al-Sarraj mengatakan, "Mengingat pengalaman sebelumnya, Saya tidak terlalu optimis dengan hasil pertemuan ini dan Tripoli tidak menemukan mitra yang dapat dipercaya untuk menyelesaikan krisis ini."

Lebih lanjut al-Sarraj mengisyaratkan isu minyak Libya dan mengatakan, jika pasukan Haftar melanjutkan blokade terhadap ladang minyak, Libya akan mengalami kondisi lebih parah.

Libya saat ini dibagi menjadi dua wilayah kekuasaan. Pertama pemerintah yang bermarkas di Tripoli dan dipimpin oleh PM Fayez al-Sarraj dan juga diakui oleh PBB dan kedua pemerintah yang bermarkas di Tobruk, timur Libya dan dipimpin oleh Jenderal Haftar dan didukung oleg negara seperti Uni Emirat Arab. (MF)

 

Tags

Komentar