Jan 22, 2020 11:51 Asia/Jakarta

Uni Eropa dan Troika Eropa, yang terdiri dari Jerman, Perancis dan Inggris, telah gagal memenuhi komitmen mereka dalam dua tahun terakhir, dan dalam langkah pasif telah mengadopsi mekanisme untuk menyelesaikan sengketa yang terkandung dalam perjanjian setelah pengurangan bertahap kewajiban Iran. Namun sekarang, pihak Eropa berbicara tentang ambiguitas dalam masalah ini.

Dalam hal ini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan pada hari Senin, 20 Januari, di akhir pertemuan para menteri luar negeri UE bahwa telah dibahas situasi saat ini Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) setelah aktivasi mekanisme penyelesaian sengketa oleh tiga negara Eropa. Namun, Borrell berpendapat bahwa klausul mekanisme penyelesaian sengketa memiliki ambiguitas dan oleh karena itu, pihak-pihak yang ada tengah berkonsultasi tentang bagaimana menerapkan mekanisme tersebut.

Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa

Menurut klaim Borrell, "Susunan kata-kata JCPOA tentang bagaimana mengelola penentuan tanggal dan kerja tidak jelas, termasuk bahwa kesempatan ini kapan dimulai. Ini bagian dari lampiran kedua yang harus dikaji secara rahasia."

"Kita tidak bisa menjawab pertanyaan apakah sekarang tenggat waktu yang berhubungan dengan mekanisme penyelesaian sengketa telah dimulai atau belum," jelas Borrell.

Reaksi kuat Iran terhadap tindakan pihak-pihak Eropa dalam kelompok 4 +1, yang mengaktifkan mekanisme penyelesaian sengketa, yang pada akhirnya dapat mengarah pada perujukannya kepada Dewan Keamanan PBB dan secara otomatis pengenaan kembali sanksi terhadap Iran, termasuk dari pengambilan sikap baru oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa yang menyoroti adanya ambiguitas terkait saat dimulainya mekanisme penyelesaian sengketa.

Sejatinya, pihak Eropa sekarang berencana untuk menunda masa dimulainya implementasi mekanisme ini. Hal ini terutama mengingat ancaman Tehran untuk menarik diri dari NPT jika masalah nuklir Iran dirujuk ke Dewan Keamanan PBB. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Senin, 20 Januari, menyinggung perlakuan Eropa yang ilegal dan tidak dapat diterima dalam masalah JCPOA, mengatakan, "Jika berkas Iran dikirim ke Dewan Keamanan PBB, Tehran akan keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT)."

Troika Eropa secara resmi meminta Borrell pada hari Selasa, 14 Januari, sebagai tanggapan terhadap langkah kelima pengurangan kewajiban JCPOA Iran, untuk memulai mekanisme penyelesaian sengketa kesepakatan nuklir. Proses ini pada akhirnya akan mengembalikan kedua pihak ke kondisi sebelum adanya kesepakatan nuklir bila sengketa antara keduanya tetap ada. Itu berarti bahwa pembatasan nuklir Iran telah dicabut dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang saat ini ditangguhkan akan dihidupkan kembali.

Sikap terbaru kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa disampaikan ketika beberapa pemimpin Eropa telah mengambil keputusan yang jelas sesuai dengan sikap AS terkait JCPOA, yang bertumpu pada meninggalkan kesepakatan ini dan menyetujui kesepakatan baru dengan Iran, yang menurut mereka mencakup pembatasan permanen pada program nuklir Iran dan masalah-masalah seperti program rudal dan kebijakan regional Iran.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dalam sebuah pernyataan yang baru-baru ini disambut oleh Presiden AS Donald Trump, menegaskan bahwa kesepakatan JCPOA harus diganti dengan "Kesepakatan Trump". Presiden Perancis Emmanuel Macron, sekalipun mengklaim keinginan untuk mempertahankan JCPOA, tetapi bersikeras bahwa kesepakatan itu harus dilengkapi dengan perjanjian masa depan jangka panjang JCPOA serta aktivitas rudal dan regional Iran.

Bendera Inggris, Jerman dan Perancis (Troika Eropa0

Sikap ini menunjukkan bahwa dalam hati pihak Eropa memiliki tuntutan yang sama dengan Washington terhadap Iran, tetapi secara lahiriah berusaha menampakkan dirinya bersikeras mempertahankan JCPOA. Sekalipun demikian, pihak Eropa sekarang berada di persimpangan jalan untuk memenuhi komitmen mereka atau bergabung dengan AS.

Jika pihak Eropa benar-benar ingin mempertahankan JCPOA, sebagai ganti dari mengejar mekanisme penyelesaian sengketa JCPOA, mereka harus memenuhi kewajibannya, khususnya terkait implementasi yang efektif dari mekanisme khusus interaksi keuangan dan bisnis dengan Iran yang disebut INSTEX.

Tags

Komentar