Jan 22, 2020 17:54 Asia/Jakarta
  • Senat AS
    Senat AS

Dinamika Amerika Serikat selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya mengenai sidang pemakzulan Trump yang didukung kebanyakan rakyat AS.

Selain itu tentang pengakuan bertambahnya jumlah tentara AS yang menjadi korban serangan rudal Iran, AS merespon kemungkinan keluarnya Iran dari NPT, AS ingin memperparah krisis di Irak, Pentagon membatasi skses senjata bagi taruna militer asing di AS.

 

Presiden AS, Donald Trump

Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Senat Amerika Serikat, Rabu (22/1/2020) menyetujui aturan proses persidangan pemakzulan Presiden Donald Trump, termasuk menunda debat terkait apakah perlu mengundang saksi di tengah persidangan atau tidak.

Reuters melaporkan, anggota Senat mengesahkan aturan persidangan pemakzulan Trump dengan 53 suara setuju dan 47 menentang, dan memberi kesempatan kepada DPR untuk menyampaikan alasan pemakzulan presiden Amerika itu.

Namun Senat menunda sidang hingga Rabu (22/1) pukul 13, oleh karena itu upaya kubu Demokrat menunjukkan bukti lebih banyak, dan menghadirkan saksi-saksi untuk memperkuat tuntutan pemakzulan Trump, terhambat.

Kantor berita Sputnik menulis, kubu Republik di Senat menarik usulannya untuk menyelesaikan sidang yang berdurasi 24 jam hanya dalam waktu dua hari, dan membaginya dalam 72 jam sehingga persidangan pemakzulan Trump dapat mereka kendalikan.

 

Protes anti-Trump

Ternyata Banyak Warga AS Dukung Pemakzulan Trump

Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat menuntut pengecaman dan pencopotan Donald Trump dari posisi presiden negara ini.

Hasil polling terbaru televisi CNN yang dirilis Senin (20/01) menunjukkan, 51 persen warga Amerika mendukung suara pengecaman dan pemakzulan Trump dari kekuasaan di Senat.

Sementara itu, 45 persen responden di jajak pendapat ini menentang dan empat persen lainnya menyatakan tidak memiliki pendapat.

Mayoritas warga Amerika mengatakan, para Senator harus mendukung pengecaman dan pencopotan Trump dari kekuasaan di sidang pelakzulan presiden.

Selain itu, jajak pendapat juga menunjukkan mayoritas warga Amerika sebanyak 58 persen meyakini Trump menyalahgunakan kekuasaannya untuk meraih keuntungan politik pribadi.

57 persen juga menyatakan bahwa Trump dengan melarang kehadiran sejumlah petinggi pemerintah di proses penyidikan Kongres telah melakukan sabotase di proses tersebut.

Menurut laporan CNN, ini merupakan jajak pendapat pertama yang diambil sejak pengiriman keputusan pemakzulan Trump di DPR ke Senat.

Proses pemakzulan Trump dimulai setelah terkuaknya skandal Ukrainegate di mana Trump menekan sejawatnya dari Ukraina dengan tujuan memberatkan berkas peradilan Joe Biden, rival paling potensial dirinya di pilpres 2020.

 

Pangkalan militer Ain Al-Assad

Pentagon: Jumlah Tentara AS Korban Serangan Iran Bertambah

Dua minggu setelah pemerintah Amerika Serikat mengumumkan tidak ada satupun tentara negara ini yang terluka dalam serangan balasan Iran ke pangkalannya di Irak, Departemen Pertahanan Amerika, Pentagon mengakui tentara Amerika yang terluka jumlahnya semakin banyak.

Koran Washington Post melaporkan, sekitar dua minggu sejak Presiden Amerika Donald Trump dan pejabat lain mengumumkan tidak ada satupun tentara Amerika terluka dalam serangan balasan Iran, Pentagon mengatakan sejumlah banyak tentara Amerika dibawa keluar Irak untuk menjalani perawatan medis.

Dephan Amerika untuk pertama kalinya hari Jumat (17/1) mengakui bahwa serangan rudal Iran ke pangkalan Ain Al Asad, menyebabkan 11 tentara Amerika terluka dan dilarikan keluar Irak untuk mendapatkan perawatan.

Hari Selasa (21/1) pejabat militer Amerika menolak mengumumkan jumlah tentara yang dirawat di rumah sakit, namun mengatakan sejumlah tentara lain dilarikan ke rumah sakit militer Amerika di Landstuhl, Jerman.

Menurut Washington Post, pejabat pemerintah Amerika memprediksikan jumlah korban luka ini akan terus bertambah dalam beberapa ke depan.

 

AS Respon Kemungkinan Keluarnya Iran dari NPT

Wakil tetap Amerika Serikat untuk Konferensi Perlucutan Senjata menyebut kemungkinan Iran keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir, NPT sebagai pesan negatif, dan menurutnya Iran bukan saja harus berunding dengan Amerika terkait masalah nuklir, tapi juga program rudalnya.

Kantor berita Reuters melaporkan, Robert Wood mengatakan, ancaman Iran untuk keluar dari NPT adalah masalah yang sangat-sangat tidak menyenangkan, dan pesan yang sangat negatif bagi masyarakat dunia.

Robert Wood menuturkan, menurut saya Iran harus menghentikan perilaku buruknya dan duduk bersama Amerika untuk mengosiasikan bukan hanya masalah nuklir tapi hal-hal lain yang menjadi kecemasan kami seperti non-proliferasi, program rudal dan fitnah.

Baru-baru ini Amerika juga menekan negara-negara Eropa untuk menerapkan mekanisme penyelesaian sengketa nuklir, sehingga bisa memulihkan sanksi Dewan Keamanan PBB atas Iran.

 

 

Pangkalan militer Ain Al-Assad diserang rudal Iran

AS Ingin Perparah Krisis di Irak

Anggota senior Stop the War Coalition di Inggris menilai langkah Amerika Serikat ditujukan untuk memperparah krisis di Irak.

John Rees Ahad (19/01) saat diwawancarai IRNA di London mengatakan, "Transformasi Timur Tengah (Asia Barat) untuk jangka panjang bergerak ke arah kehadiran pasukan AS di Irak tidak akan langgeng, mereka ingin meningkatkan krisis di negara ini."

"Teror Jenderal Soleimani, komandan pasukan IRGC Iran adalah contoh dari langkah pengobaran instabilitas Amerika," kata John Rees.

Anggota senior Stop the War Coalition ini menekankan, AS tidak ingin kehilangan kontrol Irak, oleh karena itu, Washington berusaha menyeret kondisi ke arah krisis.

Lebih lanjut Rees menambahkan, teror Abu Mahdi al-Muhandi, wakil komandan Hashd al-Shaabi memicu kemarahan rakyat Irak dan kondisi tidak lagi dapat ditoleransi militer Amerika.

Jenderal Soleimani bersama Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi serta delapan orang lainnya gugur syahid Jumat (03/01) dini hari akibat serangan udara militer Amerika di dekat Bandara Udara Baghdad, Irak.

Sementara itu, Sepah Pasdara Iran Rabu (08/01) membalas kejahatan Amerika ini dengan menembakkan puluhan rudal ke pangkalan militer Washington di Ain al-Asad, Irak.

 

Pentagon

Pentagon Batasi Akses Senjata Bagi Taruna Militer Asing di AS

Kementerian Pertahanan AS membatasi akses senjata bagi taruna militer asing di AS setelah insiden penembakan yang dilakukan seorang personel militer Arab Saudi di pangkalan Angkatan Laut Pensacola di Florida.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/1/2020), pejabat senior intelijen Pentagon, Garry Reid dalam sebuah pengumuman mengatakan bahwa berdasarkan aturan baru, taruna militer asing dibatasi aksesnya ke senjata dan aktivitas pendidikan di seluruh pangkalan militer AS dimulai kembali dengan pembatasan itu dan aturan-aturan lain.

Prajurit Angkatan Udara Saudi, Mohammed Saeed Alshamrani – yang sedang menempuh pendidikan di Pangkalan AL Pensacola – menembak mati tiga tentara Amerika di dalam pangkalan dan melukai delapan lainnya.

Dari pesan-pesannya di akun Twitter-nya, diketahui bahwa Alshamrani melakukan tindakan tersebut dengan motif terorisme.

Pemerintah Washington kemudian memulangkan 21 prajurit Arab Saudi yang sedang menempuh pendidikan militer di AS.(PH)

 

Tags

Komentar