Feb 13, 2020 17:43 Asia/Jakarta
  • Krisis di Libya
    Krisis di Libya

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) seraya meratifikasi resolusi menekankan penerapan gencatan senjata di Libya.

Menurut laporan IRNA, Dewan Keamanan PBB Rabu (12/02) meratifikasi sebuah resolusi menudukung hasil konferensi perdamaian Libya di Berlin dengan 14 suara setuju dan satu suara abstain dari Rusia. Resolusi ini bernomor 2510.

Dewan Keamanan di resolusi ini meminta seluruh negara menarik anasir bersenjata mereka dan tidak melakukan intervensi di konfrontasi Libya.

Resolusi ini juga meminta komisi bersama militer (5+5 Libya) yang berada di bawah PBB selain melanjutkan aktivitasnya untuk menerapkan gencatan senjata, juga menjelaskan mekanisme pengawasannya.

Akibat berlanjutnya konfrontasi di Libya, Ahmad al-Mimsari, juru bicara pasukan Khalifa Haftar Rabu mengatakan tidak akan mengijinkan pesawat PBB untuk memanfaatkan bandara udara Tripoli dan wakil organisasi ini harus memanfaatkan bandara udara lain di Libya seperti Misrata.

Libya sejak tahun 2011 dilanda instabilitas dan bentrokan bersejata akibat intevensi militer AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Mesir dan sejumlah negara Eropa mendukung pasukan Khalifa Haftar.

Pemerintah persatuan nasional berkuasa di barat Libya yang dipimpin Fayez al-Sarraj mendapat dukungan masyarakat internasional. (MF)

 

Tags

Komentar