Feb 15, 2020 13:48 Asia/Jakarta
  • Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier
    Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier

Presiden Jerman di acara pembukaan Konferensi Keamanan Munich mengkritik langkah Presiden AS Donald Trump keluar dari perjanjian JCPOA.

FNA melaporkan, Frank-Walter Steinmeier menyebut keliru keluarnya AS dari JCPOA dan mengatakan, langkah AS ini tidak akan membuat kawasan Asia Barat semakin aman.

Steinmeier di bagian lain pidatonya membahas klaim tanpa dasar dan mengatakan, negara-negara Eropa berencana mencegah Iran menggapai senjata nuklir.

Statemen presiden Jerman ini dirilis ketika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sampai saat ini di 16 laporannya membenarkan status damai program nuklir Iran dan komitmen Tehran terhadap JCPOA.

Presiden AS Donald Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir dan memulihkan kembali sanksi terhadap Iran.

Langkah Trump tersebut menuai kecaman luas di tingkat internasional.

Sekaitan dengan ini Uni Eropa dan Troika Eropa (Jerman, Inggris dan Perancis) setelah keluarnya AS secara ilegal dari JCPOA seraya menjamin kepentingan ekonomi Iran berjanji mempertahakan kesepakatan ini, namun sampai kini mereka belum juga menunjukkan prestasi secara praktis dan janjinya untuk menjaga perjanjian internasional tersebut.

Di kondisi seperti ini, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019 tepat setahun setelah keluarnya AS dari JCPOA mengumumkan, berdasarkan pasal 26 dan 36 kesepakatan ini, Tehran secara bertahap akan menurunkan komitmennya sehingga ada keseimbangan antara komitmen dan hak Iran.

Pemerintah Iran Ahad (5/1/2020) di statemennya mengumumkan langkah kelima penurunan komitmen JCPOAnya.

Berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA, jika pihak seberang tidak komitmen dengan janjinya, maka Iran berhak untuk menghentikan komitmennya secara sepihak atau total. (MF)

 

Tags

Komentar