Feb 16, 2020 18:58 Asia/Jakarta
  • Recep Tayyip Erdogan
    Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki membantah telah melanggar kesepakatan deeskalsi ketegangan di Suriah dan mengatakan, jika upaya diplomatik dengan Rusia gagal, maka Ankara akan melakukan langkah militer.

Fars News (16/2/2020) melaporkan, Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (15/2) malam menuturkan, Turki tidak melanggar kesepakatan deeskalasi ketegangan di Suriah, tapi tidak akan diam melihat aksi Damaskus.

Seperti ditulis situs televisi CGTN, Erdogan sekembalinya dari Pakistan menjelaskan, selama pasukan Turki masih dikepung militer Suriah di Idlib, Ankara tidak bisa berdiam diri.

Ia menambahkan, dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin positif, dan statemen pejabat Amerika soal dukungan terhadap Turki, di Idlib tidak bisa diandalkan.

Presiden Turki menegaskan, pasukan Suriah harus dipaksa mundur dari perbatasan yang disepakati di Sochi, jika tidak terlaksana hingga akhir bulan ini, maka kami akan melakukannya dengan tangan kami sendiri.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu sebelumnya membantah tuduhan Rusia soal langkah militer Ankara di Idlib dan pelanggaran kesepakatan dengan Iran dan Rusia. (HS)

Tags

Komentar