Feb 18, 2020 18:47 Asia/Jakarta
  • Uji coba rudal balistik oleh AS.
    Uji coba rudal balistik oleh AS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan keluar dari kesepakatan-kesepakatan internasional termasuk perjanjian senjata dan keamanan. Pada 2 Agustus 2019, pemerintahan Trump meninggalkan Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) secara sepihak.

AS sekarang memulai kembali uji coba senjata nuklir yang sebelumnya dilarang oleh Pakta INF. Langkah itu memicu kekhawatiran serius Rusia sebagai negara yang menandatangani pakta pengendalian senjata ini.

Para pejabat Moskow memperingatkan tentang aksi provokasi lebih lanjut yang dilakukan Washington. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan tentang konsekuensi penyebaran rudal-rudal AS di wilayah Eropa dan Asia.

Dia mengkritik keputusan AS keluar dari Pakta INF dan mengatakan, AS telah menghancurkan perjanjian ini dan secara aktif sedang berusaha menempatkan senjatanya di Eropa dan Asia, di mana senjata-senjata tersebut sebelumnya terlarang dan sekarang mereka terang-terangan melakukan itu.

Senjata terlarang ini mengacu pada rudal-rudal nuklir jarak menengah yang selama ini dilarang oleh Pakta INF. Rusia juga memilih keluar dari Pakta INF sebagai balasan terhadap keputusan AS.

Pemerintah AS sekarang memulai pengembangan dan uji coba rudal jelajah serta rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah. Washington ingin memancing Moskow mengambil langkah serupa dan meluncurkan sebuah perlombaan senjata baru dengan tujuan menekan ekonomi Rusia.

Namun, Moskow menekankan bahwa pihaknya tidak akan terjebak dalam permainan itu. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, "Kami tidak akan terseret ke arah perlombaan senjata yang berbiaya besar."

Setelah AS melakukan uji coba rudal, Presiden Vladimir Putin memerintahkan Angkatan Bersenjata Rusia untuk mempelajari langkah AS secara cermat dan bersiap memberikan reaksi.

Menurut Putin, uji coba rudal AS mengindikasikan bahwa negara itu sudah lama merencanakan keluar dari Pakta INF.

Para pejabat Moskow percaya bahwa Washington secara diam-diam sedang mengembangkan rudal jelajah serta rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah dan sekarang mereka mengujinya.

Rusia berjanji tidak akan mengambil tindakan serupa selama AS tidak menyebarkan rudal jelajah dan balistik baru di Eropa dan Asia.

Washington juga menolak tawaran Moskow untuk menegosiasikan ulang Pakta INF, padahal Rusia masih berniat mempertahankan perjanjian tersebut. Pada 13 September 2019, Rusia bahkan mengusulkan sebuah draft ke Majelis Umum PBB tentang penguatan sistem kontrol senjata, perlucutan, dan larangan proliferasi senjata pemusnah massal.

Usulan ini diterima oleh Majelis Umum PBB. Resolusi Rusia juga menyerukan kajian serius terhadap dampak negatif dari upaya menghancurkan traktat dan perjanjian di bidang pengendalian senjata.

Pada dasarnya, pemerintahan Trump berniat melaksanakan proyek-proyek ambisius pengembangan rudal dan nuklirnya dan hal ini terwujud setelah negara itu meninggalkan Pakta INF.

Pentagon pada Agustus 2019 menyatakan bahwa AS berniat mengembangkan rudal-rudal balistik berbasis darat, yang sebelum ini dilarang oleh Pakta INF. (RM)

Tags

Komentar