Feb 19, 2020 16:52 Asia/Jakarta
  • Protes Palestina terhadap kesepakatan Abad
    Protes Palestina terhadap kesepakatan Abad

Plot AS-Zionis, "Kesepakatan Abad" menjadi puncak dari permusuhan Amerika selama tujuh puluh tahun terakhir terhadap bangsa Palestina.

Majid Takht Ravanchi, Duta Besar Iran untuk PBB dalam statemen menyikapi "Kesepakatan Abad"  mengatakan bahwa plot ini tidak akan berhasil, bahkan prakarsa ini akan memperkuat perlawanan bangsa Palestina dan Muslim dalam melawan penjajahan yang dilakukan rezim Zionis dan faksi yang mengamininya.

Menyikapi upaya terselubung AS dalam mendukung rezim Zionis dan menampilkan dirinya sebagai mediator moderat antara kubu Israel dan Palestina, Majid Takhravanchi menegaskan, "Beberapa pihak naif atau pendukung AS di kawasan mempercayai solusi yang diusulkan Washington." Tapi fakta yang terjadi justru sebaliknya.

Mengenai prakarsa yang disampaikan Iran tentang referendum Palestina, Takhravanchi menjelaskan, "Prakarsa ini adil, rasional, dan memiliki dasar hukum yang kuat. Jika diimplementasikan dengan cara terbaik dan dalam waktu sesingkat mungkin, maka krisis Palestina yang telah berlangsuung tujuh puluh tahun akan bisa diselesaikan,"

Ayatullah Khamenei menilai solusi utama masalah Palestina adalah solusi mendasar yang telah disampaikan Iran di organisasi-organisasi dunia yaitu referendum warga asli Palestina. Rahbar mengungkapkan, "Satu-satunya solusi perdamaian dan penyelesaian masalah Palestina adalah referendum rakyat Palestina asli apapun agamanya, Islam, Kristen atau Yahudi, sehingga dengan suara mereka terbentuk sebuah pemerintahan yang diinginkan di atas tanah Palestina, dan mereka memutuskan sendiri tentang Palestina, dan bukan orang-orang semacam Netanyahu maupun yang lainnya,"

Tujuan di balik implementasi plot Kesepakatan Abad demi memecah-belah gerakan perlawanan dan membuat perubahan strategis dalam geopolitik kawasan dan mengubah perimbangan politik regional untuk memperkuat koalisi AS-Saudi-UEA-Zionis menghadapi perlawanan Palestina.

 

protes terhadap Trump dan Netanyahu

 

Pengakuan terhadap Al-Quds sebagai ibu kota rezim Zionis, menyerahkan lebih dari 30 persen Tepi Barat ke Israel, menentang kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka, dan pelucutan senjata Palestina sepenuhnya adalah inti dari rencana abad.

Prakarsa ini datang di saat rezim Zionis berada di jalan buntu, dan satu-satunya pilihan Amerika untuk mengeluarkan Israel dari kebuntuan adalah menciptakan kesenjangan politik di kawasan dengan rencana licik tersebut. Abdul Bari Atwan, analis politik Timur Tengah menyinggung Kesepakatan Abad dengan mengatakan, "Trump sedang berusaha memberikan hadiah kepada Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu dan menjauhkannya dari urusan pengadilan yang menguntitnya di wilayah pendudukan."

Sebelum meluncurkan prakarsanya ini, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia mencintai segala bentuk kesepakatan, termasuk kesepakatan abad, yang berarti ia menempatkan cita-cita Palestina sebagai kesepakatan komersial. Sebelumnya, Trump dan Jared Kouchner, penasihat senior presiden sekaligus menantunya dalam konferensi Manama Juli lalu mengumumkan kesepakatan itu dan memperkirakan nilai Palestina sebesar 50 miliar dolar. Tapi ironisnya, AS dalam konferensi tersebut meminta negara-negara Arab yang harus membayarnya. (PH)

Tags

Komentar