Feb 26, 2020 12:22 Asia/Jakarta
  • kerusuhan New Delhi
    kerusuhan New Delhi

Korban bentrokan terbaru di ibu kota India, New Delhi yang terjadi antara pendukung dan penentang undang-undang kewarganegaraan India yang kontroversial telah menewaskan 13 orang dan melukai 150 lainnya.

Bentrokan berdarah baru-baru ini bertepatan dengan kehadiran Presiden AS Donald Trump di Hyderabad, India.

Kerusuhan berlanjut hingga hari Selasa (25/2/2020) yang meningkatkan jumlah korban tewas dan cedera.

Sebuah masjid di Ibu Kota India, New Delhi, dibakar massa ketika protes damai yang berujung dengan kerusuhan berlanjut di kota itu pada hari Selasa. Korban tewas telah meningkat dari tujuh menjadi 13 orang.

Masjid Ashok Nagar Delhi dibakar oleh massa yang tidak dikenal. Media lokal melaporkan bahwa toko-toko di daerah itu juga menjadi sasaran massa. Polisi memberlakukan pembatasan pada pertemuan besar di timur laut Delhi ketika muncul laporan tentang pelemparan batu dan lebih banyak bangunan dibakar.

Bentrokan pecah mulai hari Minggu setelah para pendukung Citizenship Amendment Act (Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan) atau CAA, yang disahkan oleh Parlemen Desember lalu, menyerang tempat-tempat protes anti-pemerintah. CAA, yang dijuluki undang-undang "anti-Muslim", yang memicu protes nasional, terutama oleh kalangan Muslim.

Para demonstran mendesak pemerintah India mencabut undang-undang rasis tersebut, jika tidak protes akan berlanjut sampai dicabut.

Tentara India sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 30 orang dalam tindakan keras terhadap protes terhadap undang-undang kewarganegaraan baru dan telah menangkap sekitar 21.000 orang.

Undang-undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) memberikan kewarganegaraan India kepada para imigran yang terpaksa mengungsi dari negara-negara tetangga (Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan) tetapi selain Muslim.(PH)

Tags

Komentar