Feb 26, 2020 17:31 Asia/Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan istri, Melania mengunjungi India pada hari Selasa, 25 Febaruari 2020. Lawatan Trump ke New Delhi diwarnai dengan bentrokan dan kekerasan.

Bentrokan antara dua kubu pro dan kontra undang-undang kewarganegaraan baru di New Delhi telah menyebabkan 15 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Kerusuhan terkait undang-undang kewarganegaraan baru itu telah dimulai pada bulan Desember tahun lalu.

Kondisi memburuk di New Delhi berlangsung pada akhir pekan dan semakin mencekam pada hari Senin, 24 Februari 2020.

Kekerasan meletus di berbagai wilayah di timur laut Delhi pada hari Selasa, yaitu hanya beberapa kilometer jauhnya dari tempat Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu.

New Delhi telah menjadi pusat kerusuhan terhadap Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan, yang memudahkan non-Muslim dari tiga negara tetangga yang didominasi Muslim untuk mendapatkan kewarganegaraan India.

Menurut TV lokal, asap besar mengepul dari pasar ban yang telah dibakar dan para saksi mata menyaksikan kelompok massa menggunakan tongkat dan batu berjalan di jalan-jalan di bagian timur laut New Delhi, di tengah insiden pelemparan batu.

Menteri Dalam Negeri India G. Kishan Reddy mengklaim kekerasan yang terjadi adalah konspirasi untuk mencemarkan nama baik India saat kunjungan Trump.

Para pengunjuk rasa mengatakan bahwa Modi dan partainya, Partai Bharatiya Janata (BJP), menargetkan Muslim dan memicu kekerasan.

Beberapa korban di kedua kubu telah menderita luka tembak, dan banyak yang terlihat terluka di kepala dan tubuh mereka. (RA)

Tags

Komentar