Mar 26, 2020 11:03 Asia/Jakarta
  • Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat
    Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat

Penyebaran virus Corona telah menciptakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi negara-negara di seluruh dunia untuk mengatasinya. Namun, pemerintah Trump, yang dituduh tidak efektif dalam berurusan Corena, terlihat berusaha menyalahkan Cina.

Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sangat mengecam penanganan Cina terhadap virus Corona, mengklaim bahwa Partai Komunis yang berkuasa masih menolak untuk memberikan informasi yang diperlukan untuk mencegah pengobatan lebih lanjut di dunia.

Pompeo mengatakan, "Cina menolak untuk berbagi informasi tentang virus ini, yang merupakan ancaman bagi dunia dan membahayakan nyawa ribuan orang."

Terlepas dari kritikan tajam dari menteri luar negeri AS, ia sekarang menghindari untuk menyebut virus itu sebagai "virus Cina" atau "virus Wuhan", label yang ia dan Presiden AS Donald Trump gunakan sebelumnya untuk membuat marah Cina.

Presiden AS Donal Trump

Ketika AS telah mengambil sikap terhadap Cina, sekarang negara ini justru menjadi tertuduh utama pembuat dan penyebar virus Corona. Mengingat rekam jejak Amerika yang sangat negatif dalam mengembangkan dan menggunakan senjata biologis terhadap musuh-musuhnya, sejak kemunculan dan penyebaran Corona di kota Wuhan Cina pada bulan Desember 2019 dan penyebarannya ke sebagian besar negara dalam beberapa bulan terakhir, Washington telah dicurigai sebagai tertuduh nomor satu dalam hal ini.

Secara khusus, beberapa pejabat AS berbicara tentang efek positif wabah virus ini di Cina pada ekonomi AS. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross pada 31 Januari 2020, mengatakan dalam sebuah pernyataan aneh bahwa wabah virus Corona yang mematikan di Cina bisa baik untuk ekonomi AS. Peluang Washington untuk membawa Cina ke dalam krisis Corona untuk menciptakan transfer modal dan, akibatnya, menciptakan lapangan kerja di AS, berbanding terbalik dengan upaya untuk membantu negara-negara yang sibuk dengan penyakit Corona, yang telah menerima kritik internasional yang luas.

Sementara itu, pemerintah Trump sekarang menghadapi kritik luas di Amerika Serikat yang menuduhnya tidak memiliki pendekatan yang tulus terhadap Corona dan gagal mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memerangi penyakit mematikan itu.

Menteri Luar Negeri AS untuk membenarkan situasi ini dengan mengklaim bahwa tantangan rantai pasokan bantuan yang dihadapi AS disebabkan oleh perusahaan yang mengoperasikan rantai pasokan mereka dari Cina atau negara lain, bukan dari dalam Amerika Serikat.

Tetapi kenyataannya adalah bahwa Donald Trump, tidak seperti pemerintah Cina, yang memiliki pendekatan yang serius dan komprehensif untuk Corona sejak awal, termasuk karantina lengkap dari jutaan warga kota Wuhan, dan memilih tanggapan yang berbeda terhadap penyakit ini, daripada mencari nasihat ahli-ahli sektor kesehatan untuk mengambil langkah-langkah serius menghadapi Corona dan mencegah penyebarannya, berharap semuanya akan diselesaikan dengan cara terbaik.

Tetapi ketika menjadi jelas bahwa situasi domestik AS semakin memburuk karena penyebaran cepat Corona, Trump memutuskan untuk mengambil nasihat para ahli dengan serius. Dalam upaya untuk mengubah apa yang telah terjadi di Amerika Serikat sehubungan dengan penyebaran Corona, ia mengklaim telah mengambil pendekatan serius untuk menangani penyakit sejak awal.

Pertanyaannya adalah apakah lembaga-lembaga internasional memiliki sikap yang sama dalam menyalahkan Cina atas wabah Corona?.

Amerika Serikat dan Corona

Tampaknya klaim pemerintah Trump tidak sesuai dengan posisi lembaga-lembaga ini, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pejabat pemerintah pusat dan daerah Cina telah menerapkan salah satu karantina paling luas dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah untuk menghadapi Corona, dengan pabrik-pabrik ditutup, transportasi umum dihentikan, dan orang-orang terpaksa tinggal rumah-rumah mereka.

Kebijakan Beijing telah meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat, dan tanpa kebijakan semacam itu, Cina pasti akan memiliki jutaan orang terinfeksi dan puluhan ribu yang mati. Tindakan pemerintah Cina ini mendorong WHO pada akhir Februari 2020 untuk menyatakan kepuasannya dengan kebijakan dan tindakan Cina dalam mengendalikan Corona.

Tags

Komentar