Apr 01, 2020 18:16 Asia/Jakarta
  • Kongres Amerika
    Kongres Amerika

Pemerintah Amerika Serikat bersamaan dengan pengumuman situasi darurat akibat pandemi Virus Corona, menerapkan sejumlah pembatasan dan sanksi baru terhadap Iran. Strategi anti-kemanusiaan Washington dengan menutup akses Tehran ke peralatan medis yang sangat diperlukan untuk memerangi Virus Corona, dilakukan dalam kerangka tekanan maksimum atas sistem kesehatan Iran.

Strategi itu memunculkan gelombang tuntutan baru untuk mengurangi atau mencabut total sanksi menindas pemerintah Amerika terhadap Iran. Setelah protes keras pejabat Iran dan beberapa negara dunia atas dampak negatif sanksi Amerika terhadap kemampuan Iran dalam memerangi Covid-19, kini sejumlah banyak anggota Kongres Amerika menuntut pengurangan sanksi terhadap Tehran.

Sebanyak 32 anggota Kongres termasuk Senator Bernie Sanders, Elizabeth Warren, dan Ed Markey, bersama sejumlah anggota DPR Amerika termasuk Alexandria Ocasio Cortez, Barbara Lee, dan Ilhan Omar menandatangani surat untuk Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, dan Menteri Keuangan, Steven Mnuchin.

Para legislator Amerika itu dalam suratnya mendesak penangguhan sanksi atas Iran karena penyebaran Virus Corona di negara itu. Mereka menulis, memperburuk krisis karena Corona di Iran, bukan saja mengancam rakyat Iran, bahkan rakyat Amerika dan dunia.

Legislator Amerika menyebut kebijakan tekanan maksimum pemerintah Gedung Putih terhadap Iran, tidak tepat dengan memperhatikan penyebaran Virus Corona. Menurut mereka pemerintahan George W. Bush saat bencana gempa bumi terjadi di Bam, Iran pada 2003 mengurangi sanksi Iran, dan membantu Tehran.

Anggota Kongres dan DPR Amerika menuntut pengurangan sanksi di sebagian besar sektor ekonomi Iran, termasuk industri non-militer yang sangat efektif, sistem perbankan Iran dan ekspor minyak serta berlanjutnya hal ini selama pakar kesehatan percaya bahwa wabah Corona masih berlanjut.

Bernie Sanders di akun Twitternya memuat link berita Huffington Post terkait surat 32 anggota Kongres untuk menangguhkan sanksi Iran, dan menulis, Virus Corona membunuh 2.600 orang di Iran, tapi sanksi Amerika mencegah masuknya obat dan bantuan medis ke negara ini.

Pelapor khusus PBB untuk urusan hak makanan, Hilal Elver mengatakan, berlanjutnya sanksi ekonomi yang melumpuhkan terhadap Suriah, Venezuela, Iran, Kuba dan hingga tingkat tertentu Zimbabwe, telah sangat melemahkan hak dasar warga biasa untuk mendapatkan makanan yang cukup dan layak. Pencabutan segera sanksi ekonomi sepihak terhadap negara-negara itu adalah darurat kemanusiaan dan praktis.

Di bawah tekanan organisasi-organisasi internasional, pemerintah Trump tetap abai dan melanjutkan kebijakan anti-kemanusiaannya dengan meningkatkan tekanan maksimum terhadap Iran.

Menlu Amerika saat ditanya seputar kemungkinan pengurangan sanksi Iran karena penyebaran Virus Corona mengatakan, kami terus melakukan evaluasi terhadap seluruh kebijakan kami, maka pertanyaan apakah kami akan meninjau ulang kebijakan tersebut, jawabannya iya.

Mike Pompeo mengklaim, sanksi Iran tidak meliputi obat dan urusan kemanusiaan. Namun para dokter dan pejabat bidang kesehatan Iran berulangkali menegaskan bahwa sanksi Amerika mencegah masuknya obat-obatan dan peralatan medis ke Iran.

Kenyataannya adalah banyak perusahaan dan negara dunia, dikarenakan ancaman hukuman sekunder Amerika, takut membantu Iran, dan lebih memilih untuk mencegah akses potensial, terutama kemungkinan masuk ke dalam transaksi dengan Iran, bahkan dalam transaksi peralatan medis dan obat. (HS)

Tags

Komentar