Apr 02, 2020 02:22 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Presiden AS, Donald Trump yang sedang kewalahan mengatasi penyebaran virus Corona di negaranya, berusaha mengalihkan perhatian publik dengan melancarkan tuduhan baru terhadap Iran.

Donald Trump dalam cuitan terbarunya menuding Iran merencanakan serangan mendadak terhadap pasukan dan fasilitas AS di Irak. 

Seperti biasa, Presiden AS menyampaikan klaimnya tersebut tanpa didukung satupun bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. 

"Jika hal ini terjadi, maka Iran akan membayar mahal," tulis Trump di akun Twitternya hari Rabu (1/4/2020).

Cuitan Trump datang di saat  New York Times mengungkap rencana AS untuk melancarkan serangan terbaru ke arah pangkalan pasukan relawan rakyat Irak, Al-Hashd al-Shaabi. 

Sumber-sumber Irak juga memperingatkan kemungkinan serangan baru pasukan AS terhadap pangkalan militer Al-Hashd Al-Shaabi  dengan tujuan melemahkan kekuatan pasukan yang selama ini bertempur di garis depan dalam menumpas teroris Daesh.

Pada Jumat,13 Maret 2020, jet-jet tempur AS menyerang pangkalan pasukan relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi di empat wilayah Irak yang merenggut nyawa enam orang dan melukai beberapa lainnya.

Sebelumnya, Komandan Pasukan Quds IRGC Iran, Letnan Jenderal Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis gugur dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di bandara internasional Baghdad awal Januari lalu.(PH)

Komentar