Apr 04, 2020 15:04 Asia/Jakarta
  • Josep Borrelll
    Josep Borrelll

Uni Eropa sebagai bentuk bantuan untuk melawan penyebaran wabah Corona dilaporkan menurunkan sanksi terhadap sejumlah negara termasuk Suriah, Libya dan Yaman.

Seperti dilaporkan FNA, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell usai sidang hari Jumat (03/04/2020) di Brussels dengan para menlu negara anggota seraya menyatakan dukungan atas seruan Sekjen PBB Antonio Guterres terkait penurunan sanksi terhadap sejumlah negara di tengah wabah Corona mengungkapkan, sanksi tidak boleh menyulitkan pengiriman peralatan medis yang dibutuhkan untuk melawan Corona.

Seraya mengungkapkan optimismenya bahwa negara anggota akan mendukung seruan ini, ia mengakui bahwa Eropa meyakini sanksi memainkan peran dalam memperparah penyebaran Corona di negara-negara seperti Suriah, Libya dan Yaman yang tengah dilanda pandemi ini.

Pekan lalu, Jubir sekjen PBB, Stéphane Dujarric seraya menekankan pencabutan sanksi terhadpa negara yang tengah menghadapi wabah Corona, meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah di bidang ini.

Sementara itu, menyusul wabah Corona di dunia dan meski ada permintaan berbagai negara seperti Rusia dan Cina untuk mencabut sanksi terhadap Iran, Washington masih menekankan tidak berencana mengurangi sanksi terhadap Tehran.

Di salah satu kasus, Departemen Keuangan Amerika menjelaskan bahwa saat ini AS tidak bersedia membebaskan aset tunai Iran untuk membantu Republik Islam melawan Covid-19.

Eropa yang menggulirkan wacana penurunan sanksi, justru menjadi anggota kaolisi internasional pimpinan AS yang diklaim anti Daesh di Suriah. Sejumlah negara Eropa juga memainkan peran di pengobatan dan eskalasi krisis di Libya dan Yaman. (MF)

 

Tags

Komentar