Apr 04, 2020 15:57 Asia/Jakarta
  • pasukan Saudi
    pasukan Saudi

Salah satu surat kabar Rusia menulis, beberapa politisi Arab Saudi berkesimpulan sekarang sudah waktunya untuk menerima kenyataan bahwa Riyadh harus meminta rakyat Yaman berunding.

Fars News (4/4/2020) melaporkan, surat kabar Rusia, Nezavisimaya Gazeta terkait perang Yaman, dan kondisi pemerintah Saudi menulis, Riyadh saat ini sedang berusaha keluar dari jalan buntu.

Seperti dilaporkan Russia Today, koran terbitan Moskow ini menyinggung pernyataan Duta Besar Saudi untuk Yaman, Mohammed Al Jaber kepada Pemerintahan Penyelamatan Nasional di Sanaa terkait kesiapan Riyadh untuk berunding.

Nezavisimaya Gazeta menulis, dalam pandangan pakar, kejatuhan harga minyak berperan besar dalam kesiapan Riyadh untuk berunding, namun ini bukan satu-satunya alasan atau alasan utama.

Menurut salah seorang pakar ekonomi Rusia yang dikutip surat kabar ini, kondisi militer dan politik yang mengalami perubahan besar dalam beberapa bulan terakhir, harus diperhatikan.

Ia menambahkan, pasukan Abd Rabbuh Mansour Hadi dalam beberapa bulan terakhir di Provinsi Al Jawf dan Marib mengalami kekalahan berat, dan Provinsi Marib adalah pusat logistik dan ekonomi yang penting.

"Jalur transportasi dan sumur minyak terpenting di Yaman diduduki Ansarullah, dan pasukan Yaman berhasil memutus kanal dukungan logistik serta persenjataan utama koalisi Saudi untuk pasukan Mansour Hadi," pungkasnya. (HS)

Tags

Komentar