Apr 06, 2020 19:56 Asia/Jakarta
  • hydroxychloroquine
    hydroxychloroquine

Kementerian Perdagangan India menolak permintaan Presiden Amerika Serikat untuk menjual obat anti-malaria, hydroxychloroquine yang digunakan untuk menyembuhkan pasien korona.

Kantor berita Sputnik (6/4/2020) melaporkan, Kementerian Luar Negeri India mengumumkan sekitar 30 negara sudah mengajukan permintaan untuk mendapatkan hydroxychloroquine, dan bahan bakunya dari India untuk melawan Covid-19, namun kementerian perdagangan negara ini menolaknya.

Pejabat pemerintah India mengatakan negara ini memiliki stok obat anti-malaria hydroxychloroquine dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan dalam negeri.

India memproduksi sedikitnya 200 juta tablet hydroxychloroquine setiap bulan, dan dapat meningkatkan pasokannya kapan saja.

Pada 25 Maret 2020, pemerintah India melarang ekspor hydroxychloroquine kecuali untuk alasan kemanusiaan.

Kementerian Kesehatan India merekomendasikan penggunaan hydroxychloroquine 400mg BD untuk satu hari diikuti oleh 200mg BD selama empat hari yang dikombinasikan dengan Azithromycin (500 mg OD selama lima hari) untuk para pasien Corona yang parah dan membutuhkan ICU. (HS)

Tags

Komentar