Apr 08, 2020 15:31 Asia/Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tuduhan tek berdasar terhadap Republik Islam Iran. Dia mengklaim bahwa Iran adalah faktor yang menciptakan ketegangan di kawasan Asia Barat.

Trump pada tanggal 2 April 2020 mengklaim bahwa  Iran dan proxynya berencana untuk menyerang pasukan atau aset AS di Irak. Dia mengatakan, jika itu terjadi, maka Iran akan membayar mahal.

Di sisi lain, sumber-sumber Irak memperingatkan kemungkinan serangan baru pasukan AS terhadap pangkalan militer pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi dengan tujuan melemahkan kekuatan pasukan yang selama ini bertempur di garis depan dalam menumpas teroris Daesh (ISIS).

Tuduhan dan ancaman Trump terhadap Iran mendapat respon dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri. Dia mengatakan, Iran akan melancarkan balasan paling keras, jika AS melakukan tindakan yang menggangu keamanan nasional Iran.

"Jika Amerika melakukan tindakan sekecil apapun terhadap keamanan Iran, maka bersiaplah menghadapi balasan paling keras," tegas Bagheri hari Kamis (2/4/2020).

Dia menambahkan, Republik Islam, terutama pasukan keamanan Iran sepenuhnya memantau perbatasan darat, udara serta laut, dan siaga mengawasi semua pergerakan ini.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa militer AS di Irak dan Teluk Persia yang didukung media massanya secara agresif telah menyebarkan agitasi untuk media menyerang gerakan perlawanan rakyat Irak dan Al-Hashd Al-Shaabi.

"Amerika sangat sadar bahwa orang-orang di kawasan, termasuk warga Irak, menentang kehadiran militer mereka di negaranya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Strategis Militer Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan menyinggung banyaknya masalah yang dihadapi oleh AS dan mengatakan, sebelum membuka front baru di Irak, AS lebih baik membantu warga New York, Florida dan di kota lainnya yang sedang menghadapi virus Corona, Covid-19.

Dia menegaskan, jika AS melakukan kesalahan di Irak, balasan terhadap mereka tidak akan terbatas pada geografi Irak dan kepentingan Amerika di manapun akan menjadi target. (RA)

Tags

Komentar