Apr 09, 2020 12:07 Asia/Jakarta

Dengan penyebaran wabah virus Corona di Amerika Serikat dan meningkatnya kritik terhadap kinerja Presiden Donald Trump dalam memerangi virus ini, Trump mengklaim bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terlambat dalam mengumumkan bahaya penyebaran virus Corona. Dia juga menuduh Organisasi Kesehatan Dunia mendukung Cina dan mengancam bahwa Washington mungkin memotong bantuan keuangan kepada organisasi itu.

Kurangnya informasi dan tindakan tepat waktu oleh pemerintah Trump untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran Corona, serta sikap presiden AS yang berbeda dan kontradiktif mengenai virus ini, telah meningkatkan tekanan kepadanya. Masalah ini telah menyebabkan Trump, dari satu sisi, sekali lagi memasuki perang kontroversi dengan Cina dan di sisi lain, menuduh WHO mendukung Cina dan meningkatkan tekanan pada ketua organisasi dunia ini.

Donald Trump, Presiden AS

Trump dan anggota senior pemerintah AS telah berusaha untuk menggambarkan Corona sebagai hasil dari wabah "virus Cina" dan untuk memperkuat tuduhan bahwa Beijing gagal mendeteksi atau menghentikan virus pada tahap awal atau mengeluarkan peringatan terkait dengan  masalah ini. Para pejabat AS juga percaya bahwa data yang diberikan oleh Cina tidak benar. Sementara pejabat Cina mengatakan Amerika Serikat berupaya mendiskreditkan pemerintah Cina dan hanya mencari pihak lain sebagai korban. Sebagaimana juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina baru-baru ini menyebut klaim AS bahwa virus itu berasal di Wuhan sebagai "tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab".

Sekarang situasi di Amerika Serikat memburuk, para pejabat AS, yang dipimpin oleh Trump, juga menargetkan Organisasi Kesehatan Dunia dan berusaha membuat organisasi dunia ini bertanggung jawab atas meluasnya penyebaran Corona di Amerika Serikat dan mencoba mengarahkan opini publik AS ke arah ini. Namun, menurut para kritikus Trump, dia tidak hanya gagal di dalam negeri dalam mengumumkan penyakit ini dan menyediakan peralatan medis dan kesehatan yang diperlukan, tetapi juga membuat kesalahan dalam kebijakan luar negeri. Menurut Senator Chris Murphy, Amerika Serikat telah menjalankan program yang disebut "Predict" selama bertahun-tahun untuk mengidentifikasi virus yang mematikan di seluruh dunia untuk mencegah mereka menyebar di Amerika Serikat, tetapi Trump meliburkan program ini dua bulan sebelum mewabahnya Corona di Wuhan, Cina.

Trump secara konsisten menunjukkan bahwa ia tidak dapat menerima kritik terhadap tindakannya. Dia juga tidak berkomitmen pada kebijakan multilateralisme dan kepatuhan terhadap prinsip dan perjanjian internasional, serta organisasi dan lembaga internasional, seperti yang sebelumnya terjadi dengan Dewan HAM PBB, UNESCO dan perjanjian lain seperti mengatasi perubahan iklim dan kini telah mengancam Organisasi Kesehatan Dunia dengan pengurangan dana dan peningkatan tekanan agar ketua organisasi ini mundur.

"Organisasi Kesehatan Dunia telah membuat kesalahan besar. Untuk beberapa alasan, organisasi ini didanai terutama oleh Amerika Serikat, tetapi pada saat yang sama sangat berorientasi pada Cina. Kami akan mengkaji masalah ini dengan baik," tulis presiden di akun Twitter-nya.

Amerika Serikat sekarang memulai perang melawan Organisasi Kesehatan Dunia, di mana dunia yang berada dalam krisis corona membutuhkan kepatuhan atas kebijakan global di sektor kesehatan dan medis serta manajemen terpadu untuk mengendalikan penyakit ini.

"Kerja sama global sangat penting untuk menangani Corona," ungkap Tedros Adhanom Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia.

Tedros Adhanom Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia

Jumlah korban Corona di dunia telah mencapai lebih dari 82.000 dan para pemimpin berbagai negara di seluruh dunia khawatir tentang peningkatan jumlah korban dan efek Corona pada ekonomi dan keamanan pangan. Dalam hal ini, tampaknya negara-negara di dunia dengan manajemen WHO seharusnya hanya memiliki satu tujuan untuk mengendalikan dan menghancurkan Corona. Dalam situasi seperti itu, ketegangan AS hanya akan meningkatkan jumlah kematian dan akan terus mempengaruhi berlanjutnya wabah dan keberadaan Covid-19.

Tags

Komentar