May 23, 2020 15:57 Asia/Jakarta
  • Sergei Ryabkov
    Sergei Ryabkov

Rusia menekankan akan mengerahkan segenap langkah yang diperlukan untuk mencegah perpanjangan sanksi persenjatan terhadap Iran setelah 18 Oktober 2020.

Seperti dilaporkan Novosti, Deputi menlu Rusia, Sergei Ryabkov menjelaskan, jika kita ingin berbicara jujur, instruksi saat ini terkait ekspor senjata ke Iran sebuah kelanjutan rezim blokade senjata anti Tehran yang telah ada sebelum peratifikasian resolusi 2231 di Dewan Keamanan.

“Saya tidak berpikir bahwa setelah 18 Oktober 2020, akan ada rezim terbatas dalam bentuk apa pun di bidang ekspor senjata ke Iran, menurut tujuh kategori senjata konvensional yang ada oleh PBB,” ungkap Ryabkov.

Petinggi Rusia ini menjelaskan, “Hubungan kedua negara tidak hanya rumit, tetapi juga sangat tegang. Masalah-masalah ini juga disebabkan oleh masalah internal di Amerika Serikat, yang dengan putaran berikutnya pemilihan presiden AS yang akan tiba pada 3 November tahun ini, peningkatan retorika dengan kecenderungan anti-Rusia yang kuat tidak dapat dianggap tidak mungkin.”

Seperti diprediksikan di resolusi 2231 Dewan Keamanan, sejak 18 Oktober 2020 sanksi senjata anti Iran akan berakhir.

Meski setelah AS keluar secara sepihak dari kesepakatan nuklir JCPOA, Menlu negara ini, Mike Pompeo dengan klaim bahwa Washington masih menjadi salah satu anggota kesepakatan ini, ingin menerapkan represi kepada Dewan Keamanan untuk memperpanjang sanksi senjata terhadap Tehran. (MF)

 

Tags

Komentar