May 28, 2020 21:16 Asia/Jakarta
  • Mikhail Ulyanov
    Mikhail Ulyanov

Wakil Rusia di organisasi internasional di Wina menyebut berbahaya perilaku Amerika Serikat terkait JCPOA dan NPT bagi sistem pelarangan penyebaran nuklir dan keamanan global.

Seperti dilaporkan IRNA, Mikhail Ulyanov Kamis (28/05/2020) di akun Twitternya menulis, Amerika bersikeras bahwa Iran di NPT hanya memiliki janji dan meski bersarkan butir keempat perjanjian ini, Tehran tidak berhak memanfaatkan teknologi nuklir sipil.

"Ini bukan hanya kebijakan standar ganda, bahkan sebuah upaya keliru yang bertentangan dengan sistem larangan penyebaran senjata nuklir," papar Ulyanov.

Wakil Rusia ini hari Kamis di akun Facebooknya menulis, apa yang jelas dan dibenarkan oleh otoritas internasional adalah hak di hubungan internasional disertai dengan komitmen dan sebaliknya, sementara Amerika secara serius meyaknin bahwa mereka masih memiliki hak di resolusi 2231 Dewan Keamanan terkait JCPOA dan pada dasarnya Washington mengabaikan komitmennya di resolusi ini.

Pemerintah Donald Trump pada 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA keluar dari kesepakatan nuklir ini dan menerapkan kembali sanksi ilegal nuklir terhadap Tehran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo baru-baru ini berbeda dengan statemen dan  langkah anti JCPOA sebelumnya mengklaim bahwa Amerika masih termasuk pihak di resolusi 2231 Dewan Keamanan dan berdasarkan hal ini, Washington dapat menuntut perpanjangan boikot senjata terhadap Iran.

Iran, Rusia dan Cina menekankan, Amerika dengan keluar dari JCPOA dan mengabaikan resolusi 2231 Dewan Keamanan yang mendukung kesepakan ini, tidak lagi berhak berargumen dengan isi dari resolusi tersebut.

Berdasarkan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, sanksi senjata terhadap Iran akan dicabut mulai Oktober mendatang. (MF)

 

Tags

Komentar