Jun 01, 2020 10:24 Asia/Jakarta
  • Aksi menentang kekerasan dan rasisme sistemik terhadap orang kulit hitam di Amerika.
    Aksi menentang kekerasan dan rasisme sistemik terhadap orang kulit hitam di Amerika.

Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien mengatakan kekuatan asing sedang mengeksploitasi aksi unjuk rasa anti-rasisme dan protes atas kematian George Floyd di Amerika.

O'Brien dalam wawancaranya dengan televisi ABC pada Ahad (31/5/2020) malam, menuding beberapa negara termasuk Iran, Rusia, dan Cina berperan dalam mengorganisir unjuk rasa di Amerika.

Kota-kota di Amerika khususnya Minneapolis menyaksikan unjuk rasa anti-rasisme dan warga turun ke jalan-jalan untuk memprotes kekerasan berbau rasial yang dilakukan polisi AS terhadap warga kulit hitam.

Pekan lalu, George Floyd, seorang pria kulit hitam dibunuh secara sadis oleh polisi kulit putih di kota Minneapolis. Kekerasan ini memicu kemarahan warga Amerika, tetapi polisi dan aparat keamanan justru menumpas aksi protes ini.

Sejauh ini aparat keamanan AS telah menangkap 1.669 orang di 22 kota di negara tersebut.

Aksi unjuk rasa juga digelar di ibukota Jerman dan Inggris untuk memprotes tindakan rasis polisi Amerika. Mereka mengecam kekerasan polisi Amerika dan menyatakan solidaritasnya dengan keluarga George Floyd. (RM)

Tags

Komentar