Jun 17, 2020 09:23 Asia/Jakarta
  • Kesiapan Meksiko menjual bahan bakar ke Venezuela
    Kesiapan Meksiko menjual bahan bakar ke Venezuela

Selama masa kepresidenan Donald Trump, Amerika Serikat mengupayakan kebijakan tekanan habis-habisan terhadap Venezuela dengan menjatuhkan sanksi luas guna menggulingkan pemerintah Presiden Nicolas Maduro dan menaikkan pemimpin oposisi Juan Guaido berkuasa di negara ini.

Meskipun Washington memiliki penekanan kuat pada berlanjutnya dan memperketat sanksi terhadap minyak Venezuela, tetapi tabu sanksi AS telah dipatahkan setelah langkah Iran mengirim tanker yang membawa bahan bakar ke Venezuela.

Dalam hal ini, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyatakan bahwa kebijakan luar negerinya adalah independen dan bahwa ia akan mengirim kargo bensin ke negara yang disanksi AS itu jika Venezuela memintanya.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador

"Venezuela belum meminta dari kami, tetapi kami akan melakukannya jika diminta dan karena alasan kemanusiaan. Kami bebas, Meksiko adalah negara merdeka, kami memutuskan sendiri dan kami tidak terlibat dalam kebijakan negara lain," kata Obrador.

Pada saat yang sama, ia mengkritik Amerika Serikat secara tidak langsung seraya menekankan bahwa tidak ada yang memiliki hak untuk menindas orang lain dan bahwa tidak ada hegemoni yang dapat menghancurkan negara lain.

Sementara itu, Amerika Serikat sebelumnya telah memperingatkan agar tidak mengirim bensin ke pemerintah Venezuela dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah yang sah, dan telah mengulangi peringatan ini dalam beberapa hari terakhir. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS pada Senin (15/06/2020) mengatakan bahwa negara itu tidak akan mentolerir dukungan kepada Venezuela untuk menghindari sanksi.

Juru bicara itu mengulangi klaimnya yang biasa terhadap pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro, "Komunitas perdagangan internasional harus mewaspadai risiko hukum dari setiap kesepakatan dengan rezim ilegal Nicolas Maduro."

Pekan lalu, Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap puluhan kapal tanker untuk mencegah perdagangan minyak antara Iran dan Venezuela. Para pejabat AS mengatakan Washington mengambil langkah baru untuk mencegah pengembangan hubungan antara Iran dan Venezuela dengan mengancam industri pelayaran dengan sanksi. Pada Juni 2018, Kementerian Luar Negeri, Kantor Pengendalian Aset Departemen Keuangan, dan Penjaga Pantai AS juga mengeluarkan pedoman untuk menekan industri perkapalan dan memperketat sanksi di beberapa negara, termasuk Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran telah mengirim lima kapal tanker bahan bakar ke Venezuela dalam langkah simbolis dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk mematahkan hegemoni AS dan sepenuhnya mengabaikan sanksi Washington terhadap Caracas. Tindakan Iran dan Venezuela, sementara kedua negara dikenai sanksi AS, memiliki banyak dampak dan membuat marah pejabat Washington.

Duta besar Venezuela untuk Iran, Carlos Antonio Alcala Cordones, mengatakan, "Tindakan ini dilakukan di puncak tekanan dan sanksi lalim AS terhadap Tehran dan Caracas, mencerminkan semangat juang kedua negara, yang tidak akan menyerah dan telah menemukan solusi damai bagi perdagangan internasional sejalan dengan hukum dan peraturan internasional."

Itu sebabnya pengiriman tanker-tanker ini dari Iran ke Venezuela bertemu dengan reaksi bermusuhan dari pemerintahan Trump, dan Amerika Serikat mengirim beberapa kapal perang ke tanker-tanker ini untuk mencegah Iran melakukan hal itu. Namun, tanker minyak Iran terus melanjutkan perjalanan mereka, dan semuanya, dengan dukungan angkatan laut Venezuela, akhirnya berlabuh di pelabuhan negara itu dan mengirimkan muatan bahan bakar mereka.

Hojatollah Soltani dan Nicolas Maduro

Ini adalah titik balik kegagalan kebijakan AS tentang tekanan maksimum pada Iran dan Venezuela. Menurut Hojatollah Soltani, Duta Besar Iran untuk Venezuela, "Pengiriman tanker membuktikan bahwa sanksi AS dapat ditentang." Setelah itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan bahwa ia bermaksud untuk mengunjungi Iran dan berterima kasih kepada rakyat negara itu.

Sekarang, Meksiko menyatakan kesiapan negaranya mengirim tanker bahan bakar ke Amerika Latin, mengingat pengalaman Iran dalam melawan dominasi AS dan menentang penggunaan kekuatan dan penindasan terhadap Venezuela dan rakyatnya. Meksiko sejauh ini menentang upaya Washington untuk menggulingkan pemerintahan Maduro yang sah, mengakui dia sebagai presiden Venezuela yang sah dan tidak mengakui Guaido, yang jelas-jelas adalah agen Amerika Serikat.

Tags