Jul 03, 2020 16:06 Asia/Jakarta
  • Fatou Bensouda
    Fatou Bensouda

Jaksa Agung Mahkamah Pidana Internasional, Fatou Bensouda menyebut sanksi AS terhadap organisasinya tidak kontruktif dan bersifat balas dendam.

Fatou Bensouda dalam sebuah wawancara dengan televisi Prancis, France 24, baru-baru ini mengatakan, "Sanksi AS terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sangat disayangkan dilakukan oleh Washington, dan menimbulkan kekhawatiran."

"Pengenaan sanksi ini merupakan upaya untuk ikut campur dalam proses peradilan," ujar Bensouda.

"Sanksi ini hanya untuk teroris dan pengedar narkoba, yang tidak boleh dikenakan kepada pengacara atau jaksa penuntut maupun organisasi internasional," tegasnya."

Ia juga mengkritik langkah AS dan rezim Zionis Israel dalam menekan ICC.

"Amerika Serikat dan Israel telah mengoordinasikan kebijakan mereka demi menekan mahkamah pidana ini, tetapi kami sedang memeriksa semua kasus, baik di Afghanistan maupun di Palestina, karena ini adalah bagian dari pekerjaan kami," papar Jaksa Agung Mahkamah Pidana Internasional.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini memerintahkan dijatuhkannya sanksi terhadap Mahkamah Pidana Internasional.

Keputusan itu muncul setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada Maret 2020 memutuskan untuk menyelidiki kejahatan perang yang dilakukan pasukan AS di Afghanistan.(PH)

Tags

Komentar