Jul 05, 2020 10:41 Asia/Jakarta

Setelah satu pekan dari kekalahan partai berkuasa di Prancis, La Republicque en Marche di pilkada negara ini dan pengunduran diri Perdana Menteri Edouard Philippe, presiden Prancis menunjuk Jean Castex sebagai perdana menteri baru dan membentuk kabinet.

Castex, politikus sayap kanan dan walikota Prades. Ia kurang dikenal baik opini publik dalam negeri maupun internasional. Ia juga memiliki sejumlah jabatan lain termasuk orang kepercayaan Nicolas Sarkozy, mantan presiden Prancis serta pernah menjabat direktur sejumlah rumah sakit di negara ini. Castex di masa perdana menteri sebelumnya juga sempat ditunjuk sebagai penanggung jawab menyusun program pencabutan pembatasan terkait penanganan wabah Corona.

Edouard Philippe yang meraih kemenangan signifikan di pilkada kota Havre hari Jumat lalu mengundurkan diri dari posisinya. Meski kemenangannya di pilkada menjadi alasan pengunduran dirinya, namun sejak lama isu friksi antara dirinya dan Presiden Emmanuel Macron mengemuka. Khususnya seiring dengan penyebaran wabah Corona, Philippe tidak tergesa-gesa membuka lockdown seperti Macron. Selain itu sikapnya juga membuat dirinya semakin populer di tengah rakyat Prancis, sebuah kondisi yang tidak membuat senang Macron khususnya menjelang pemilu yang akan datang.

Meski demikian Macron mengungkapkan, "Ia selama bertahun-tahun berada di sisi Saya. Kami bersama-sama melakukan reformasi penting dan bersejarah di kondisi sangat sulit dan hubungan di antara kami berdasarkan kepercayaan timbal balik. Bahkan hal ini belum pernah terlihat di sejarah Prancis."

Kekalahan partai Macron di pilkada Prancis merupakan peringatan serius bagi presiden muda negara ini. Ia yang berkuasa dengan slogan pemulihan kondisi ekonomi, reformasi hukum dan peningkatan kesejahteraan sosial, kini menghadapi resesi ekonomi paling besar. Meski kinerja Macron, khususnya isu reformasi sejumlah hukum perpajakan dan peningkatan pajak bahan bakar memicu gelombang protes "Rompi Kuning" serta menghadapi protes reformasi undang-undang pensiun, namun ia optimis melalui investasi di sektor kesehatan dan pengobatan, menciptakan geliat ekonomi serta mengurangi pengangguran, mampu meraih dukungan rakyat Prancis serta mempersiapkan peluang kemenangan partainya di pemilu.

Pandemi COVID-19, karantina dan pembatasan ekonomi, membuat kondisi Prancis semakin parah. Menurut data, menyusul krisis ekonomi akibat Corona, sebanyak 8.600.000 orang di negara ini menganggur dan tingkat investasi turun sebanyak 23 persen.

Menteri Ekonomi Prancis, Bruno Le Maire seraya memprediksikan resesi ekonomi 11 persen bagi negara ini di tahun 2020 akibat wabah Corona menjelaskan, syok ekonomi akibat wabah Corona di Prancis sangat mendadak.

Meski sejak lama diharapkan bahwa presiden Prancis akan menerapkan perubahan di kabinet, namun kini seiring dengan kekalahan partainya yang menjadi indikasi ketidakpusan warga Prancis atas kinerja Macron serta mengingat dampak akibat krisis Corona, Macron berbicara mengenai pandangan dan jalan baru serta berharap melalui  reshuffle dan perubahan kabinet di waktu yang tersisa akan mampu memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial di negara ini.

Macron mengumumkan prioritasnya adalah kesehatan, pemuda dan pensiunan. Berdasarkan jajak pendapat sebanyak 52 persen warga Prancis menghendaki perubahan mendasar di struktur pemerintahannya dan prioritas utama rakyat negara ini adalah isu lapangan kerja dan ekonomi.

Rencananya nama-nama menteri di kabinet baru akan segera diumumkan, namun sepertinya perubahan kabinet tidak akan mempu menjamin kemenangan Macron di pilpres mendatang. Oleh karena itu, diprediksikan bahwa Macron akan menghadapi jalan yang sulit untuk meraih dukungan warga dan memenangkan pemilu mendatang. (MF)

 

Tags

Komentar