Jul 07, 2020 14:33 Asia/Jakarta
  • Guterres
    Guterres

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seraya membandingkan terorisme dan virus Corona menyebut multilateralisme sebagai solusi tunggal untuk melwan fenomena tak mengenal batas teritorial ini.

IRNA melaporkan, Antonio Guterres Senin (6/7/2020) di sidang virtual PBB dan pakar interansional bertepatan dengan Pekan Anti Terorisme menekankan, pandemi Corona di hadapan berbagai bentik baru terorisme seperti serangan siber, bioterorisme dan serangan virus digital telah menciptakan kerusakan.

Ia menyebut pandemi COVID-19 sebagai krisis yang belum pernah terjadi sepanjang 75 tahun terakhir bagi dunia dan PBB serta mengingatkan, terorisme juga seperti wabah ini, tidak mengenal batas teritorial.

Sekjen PBB seraya menyatakan bahwa terorisme berdampak bagi seluruh bangsa dan solusi tunggal untuk mengalahkannya adalah konvergensi, menuntut pemanfaatan kekuatan multilateralisme untuk menemukan solusi praktis di bidang ini.

Guterres di bagian lain statemennya menyatakan, Daesh, al-Qaeda, Neonazi dan kelompok menjijikkan lainnya ingin memanfaatkan friksi, konfrontasi lokal, kekalahan pemerintah dan ketidakpuasan rakyat untuk memajukan ambisinya.

Guterres menilai penting implementasi penuh hukum internasional kemanusiaan, HAM dan undang-undang imigran serta menambahkan, nilai-nilai iin harus dipertahankan di perang anti terorisme, jika tidak maka tidak akan pernah berhasil.

Pandemi COVID-19 sampai saat ini telah mengambil korban lebih dari 540 ribu orang dan berdasarkan data terbaru sampai saat ini, 11.744.000 orang di seluruh dunia terpapar virus ini. (MF)

 

Tags

Komentar