Jul 11, 2020 19:11 Asia/Jakarta
  • Mohammed bin Zayed
    Mohammed bin Zayed

Editor situs berita Inggris, Middle East Eye, yang pernah menjadi penulis di surat kabar The Guardian mengatakan, Putra Mahkota Abu Dhabi ingin mengubah Uni Emirat Arab menjadi Israel baru.

Fars News (11/7/2020) melaporkan, editor Middle East Eye, David Hearst dalam artikelnya yang berjudul " Mohammed bin Zayed's mission impossible" menulis, musim semi Arab terjadi tahun 2011, dan tuntutan demokrasi di Mesir, menandai gelombang intervensi militer, kudeta dan perang saudara, yang setelah berlalu satu dekade, tidak ada tanda-tanda berakhir. Target dari kampanye ini jika bukan mati, pasti dipenjara atau diasingkan, seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir, Al Qaeda, dan Daesh di Suriah dan Irak yang semuanya telah berubah menjadi pasukan yang terpecah-pecah.
 
David Hearst juga menyinggung sikap Putra Mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed. Menurutnya orang ini merupakan salah satu tokoh di balik kudeta Mesir, ia telah berubah menjadi seorang pemain penting dalam perang saudara di Libya, ia sedang menancapkan pengaruh untuk memuluskan upaya membuka kembali pelabuhan-pelabuhan UEA di Tanduk Afrika, ia mendorong Saudi untuk berperang di Yaman, mendukung putra Ali Abdullah Saleh mantan presiden Yaman, kemudian berbalik memperkuat kelompok separatis di selatan Yaman, ia juga berperan aktif dalam blokade Qatar, tetangganya.
 
Ia menambahkan, Mohammed bin Zayed dan UEA merupakan sekutu baru Israel, dengan membandingkan daya jangkau militernya dengan Israel, UEA sedang menyingkirkan ikatan aliansinya dengan Arab Saudi dan Mesir, tapi ini tidak terlalu penting, karena Mohammed bin Zayed ingin mengubah negara kecilnya menjadi Israel baru. (HS) 

Tags

Komentar