Aug 04, 2020 12:40 Asia/Jakarta
  • Kementerian Luar Negeri Rusia
    Kementerian Luar Negeri Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa negaranya tidak dapat mengabaikan ancaman rudal Amerika Serikat.

Menurut laporan TASS, Kementerian Luar Negeri Rusia hari Senin (03/08/2020) merilis sebuah pernyataan tentang penarikan diri Amerika Serikat dari Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).

"Penempatan rudal permukaan ke permukaan jarak pendek dan menengah AS di dunia secara serius merusak keamanan regional dan global," ungkap pernyataan itu.

Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF)

Kemenlu Rusia juga mengumumkan, langkah AS ini menandai fase baru yang berbahaya dalam perlombaan senjata.

Rusia tidak dapat mengabaikan munculnya lebih banyak ancaman rudal terhadap wilayahnya, yang merupakan kepentingan strategis bagi negara itu, kata pernyataan itu.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan, "Satu-satunya langkah yang masuk akal dan logis adalah mencapai kesepakatan yang dapat diterima melalui cara-cara politik dan diplomatik."

"Rusia siap memulihkan kepercayaan dan memperkuat keamanan internasional serta stabilitas strategis, dan kami berharap Amerika Serikat akan memiliki minat dan rasa tanggung jawab yang sama," kata pernyataan itu.

Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) melarang Amerika Serikat dan Rusia untuk mendapatkan, memproduksi, atau meluncurkan uji coba rudal darat jarak menengah (1.000 hingga 5.000 kilometer) dan rudal jarak pendek (100 hingga 500 kilometer).

Rusia telah mereaksi langkah Presiden AS Donald Trump untuk meninggalkan INF.

Tags

Komentar