Aug 09, 2020 16:22 Asia/Jakarta
  • pelabuhan Benghazi
    pelabuhan Benghazi

Direktur Perusahaan Minyak Nasional Libya, NOC memperingatkan kemungkinan munculnya bencana yang lebih besar dari ledakan hebat Beirut, Lebanon disebabkan terhentinya ekspor minyak, dan keberadaan gudang-gudang minyak negara ini.

Stasiun televisi Al Hurra (9/8/2020) melaporkan, Mustafa Sanallah memperingatkan bahaya munculnya bencana di pelabuhan-pelabuhan minyak negara itu akibat bertambahnya kehadiran militer, dan keberadaan tanker-tanker serta gudang penuh minyak, akibat terhentinya ekspor.

Ia menambahkan, pelabuhan-pelabuhan minyak ditutup, ekspor minyak terhenti, dan jika gudang-gudang penyimpanan minyak terkena terik panas atau percikan, maka bencana lebih besar dari ledakan Beirut akan terjadi.

Menurut Sanallah, militerisasi fasilitas minyak, keberadaan pasukan bayaran, dan bertambahnya kehadiran militer, telah meningkatkan bahaya hidrokarbon dan bahan kimia yang disimpan di pelabuhan-pelabuhan minyak, bagi para pekerja, dan warga setempat.

"Mungkin saja hal ini dapat memicu bencana lebih besar dari ledakan hebat Beirut, dan jika sampai terjadi, maka akan menimbulkan kerusakan yang sangat parah," pungkasnya. (HS)

Tags

Komentar