Aug 14, 2020 15:10 Asia/Jakarta
  • Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut Presiden Prancis, Emmanuel Macron memiliki motif terselubung dalam kunjungan terbaru ke Beirut untuk menghidupkan imperialisme di Lebanon.

Erdogan dalam pidatonya yang disampaikan di Ankara pada hari Kamis (13/8/2020) menyinggung kunjungan Emmanuel Macron ke Lebanon setelah terjadi tragedi ledakan besar di Beirut, dan menilainya berupaya menghidupkan kembali imperialisme di negara bekas jajahannya itu.

Pernyataan Erdogan muncul di tengah meningkatnya tensi ketegangan antara Paris dan Ankara dalam masalah regional, terutama mengenai kepentingan mereka di Libya dan Mediterania timur.

Eksplorasi minyak Turki di kawasan Libya dan Mediterania timur memicu kemarahan  Uni Eropa dan Yunani.

Paris mendukung Athena mengutuk tindakan sepihak Ankara dan mengumumkan peningkatan kehadiran militernya di Mediterania timur dengan mengirimkan dua pesawat dan dua kapal.

Media Turki menilai langkah Prancis tersebut sebagai pengumuman perang terhadap Ankara.(PH)

Tags

Komentar