Sep 01, 2020 10:39 Asia/Jakarta
  • Bank Dunia
    Bank Dunia

Dalam sebuah laporannya pada hari Senin (31/08/2020) Bank Dunia mengatakan bahwa kerugian finansial yang disebabkan oleh ledakan di pelabuhan Beirut itu sekitar 6,7 miliar hingga 8,1 miliar dolar.

Menurut IRNA mengutip dari AFP, Bank Dunia menambahkan dalam laporan itu, Lebanon membutuhkan sekitar $ 605 hingga $ 760 juta bantuan segera dan $ 1,18 hingga $ 1,46 miliar dalam bantuan keuangan untuk tahun depan (2021).

Ledakan di pelabuhan Beirut

Bank Dunia memperkirakan bahwa sektor transportasi, budaya dan perumahan paling membutuhkan bantuan.

Laporan Bank Dunia menyatakan, "Kerugian kegiatan ekonomi karena kurangnya modal, gangguan perdagangan dan hilangnya sebagian pendapatan negara adalah konsekuensi ekonomi utama dari ledakan Beirut, yang diperkirakan sebagai akibatnya; PDB Lebanon akan turun 0,4 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya pada 2020 dan 0,6 persen pada 2021."

Menyusul kebakaran di gudang-gudang yang menyimpan bahan yang mudah terbakar yang berdekatan di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus meninggalkan ledakan besar di dekat depot amonium nitrat, menewaskan 190 orang dan melukai lebih dari 6.500.000, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Tags