Sep 07, 2020 02:23 Asia/Jakarta
  • Mahkamah Pidana Internasional (ICC)
    Mahkamah Pidana Internasional (ICC)

Kementerian Luar Negeri Inggris menentang sanksi Amerika Serikat terhadap dua anggota senior Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Menurut laporan IRNA, Kementerian Luar Negeri Inggris mengeluarkan statemen pada hari Ahad (06/09/2020) selain menyesalkan atas sanksi AS terhadap Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Fatou Bensouda dan Phakiso Mochochoko, Kepala Hubungan dan Kerja Sama Peradilan, menyatakan bahwa para pejabat badan internasional ini harus dapat menjalankan tugasnya secara independen dan imparsial tanpa takut akan sanksi.

Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Fatou Bensouda

Departemen Keuangan AS mengumumkan pada 2 September bahwa mereka memberikan sanksi kepada Bensouda dan Mochochoko.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengancam akan menghukum setiap individu atau badan hukum yang mendukung kedua pejabat internasional tersebut.

Dua anggota senior Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sedang menyelidiki tuduhan bahwa tentara AS melakukan kejahatan perang di Afghanistan.

Amerika Serikat memprotes penyelidikan ICC tanpa meminta izin dari Washington.

Sebelumnya, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Joseph Borrell mengeluarkan pernyataan yang menyebut tindakan AS itu tidak dapat diterima dan belum pernah terjadi sebelumnya serta upaya untuk menyabotase penyelidikan pengadilan.

Tags