Sep 11, 2020 15:03 Asia/Jakarta
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron
    Presiden Prancis Emmanuel Macron

Kementerian Luar Negeri Turki saat merespon sikap Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait transformasi Mediterania timur menyatakan bahwa Macron melalui pendekatan pribadi dan rasis telah mendorong tensi lebih besar.

Menurut laporan Kantor Berita Anadolu, Kemenlu Turki pasca statemen Macron yang menuding Ankara berperilaku provokatif dan tidak dapat diterima di timur Mediterania, dalam sebuah statemen balik menuding presiden Prancis berusaha mengobarkan ketegangan.

Di statemen Kemenlu Turki disebutkan, penentuan kompetensi maritim setiap negara di Laut Mediterania atau di kawasan lain tidak berada di wewenang Macron dan Prancis harus menghindari aksi-aksi unilateral dan provokatif serta tidak menyandera Uni Eropa demi kepentingan pribadinya.

Emmanuel Macron dalam sebuah konferensi pers sebelum pertemuan tujuh pemimpin negara anggota Uni Eropa terkait eskalasi tensi antara Ankara dan Athena mengenai sumber minyak dan gas di timur Mediterania mengatakan, "Kami, Eropa harus menindak tegas dan jelas pemerintah Erdogan, bukan rakyat Turki."

Yunani bersama sejumlah negara Eropa meyakini langkah Turki ilegal dan memicu ketegangan serta memperingatkan dampak langkah tersebut. Sementara Turki menyatakan bahwa negara ini hanya menjamin haknya di laut ini, Laut Hitam dan Laut Aegea. (MF)

 

Tags