Sep 18, 2020 15:07 Asia/Jakarta
  • Dewan Keamanan PBB
    Dewan Keamanan PBB

Seorang diplomat senior Dewan Keamanan PBB mengatakan bahwa upaya AS untuk mengembalikan sanksi terhadap Iran adalah sia-sia dan tidak ada sanksi yang akan dijatuhkan pada Tehran.

Menurut laporan IRIB, diplomat, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters, "Sanksi sebelumnya terhadap Iran akan terus ditangguhkan dan perjanjian JCPOA akan berlanjut."

JCPOA

"Tindakan AS dalam mengaktifkan mekanisme Snapback ibarat menarik pelatuk senjata yang peluru tidak keluar," ungkap diplomat ini.

Beberapa jam yang lalu, Reuters melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump bermaksud untuk menandatangani perintah eksekutif baru tentang sanksi senjata Iran.

Tiga sumber informasi yang dapat dipercaya telah menyatakan bahwa Trump bermaksud dengan perintah ini untuk memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar larangan terkait embargo senjata di Iran.

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari Gedung Putih dan utusan khusus Iran untuk PBB.

Meskipun secara resmi telah menarik diri dari JCPOA dua tahun lalu tanpa memperhatikan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat dalam penafsiran hukum barunya mengklaim bahwa mereka masih menjadi pihak JCPOA berdasarkan ketentuan resolusi dan, dalam kerangka itu, memiliki hak menggunakan mekanisme yang ada di perjanjian tersebut, termasuk mekanisme Snapback untuk mengembalikan sanksi Dewan Keamanan terhadap Iran.

Tuduhan tersebut mendapat tanggapan yang jelas dari anggota Dewan Keamanan, khususnya Rusia dan Cina.

Troika Eropa (Perancis, Jerman, dan Inggris) juga menyerahkan surat kepada Presiden Dewan Keamanan yang menentang klaim AS.

Tags

Komentar