Sep 19, 2020 08:49 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan tidak ada hal baru yang akan terjadi pada 20 September 2020 bagi AS, dan Mike Pompeo hanya perlu membaca Resolusi Dewan Keamanan PBB no.2231.

Mohammad Javad Zarif di akun Twitternya Kamis malam mengeluarkan statemen menjelang berakhirnya embargo senjata PBB terhadap Iran, dengan menulis, "Mike Pempeo keliru, AS tidak lagi menjadi anggota JCPOA dan proses pengaktifan pengembalian sanksi tidaklah sederhana, tetapi rumit dan panjang,".

Menyusul kekalahan bulan lalu di Dewan Keamanan PBB untuk meloloskan resolusi anti-Iran yang bertujuan melanjutkan embargo senjata, Amerika Serikat terus melancarkan agitasi mengancam pengembalian semua sanksi terhadap Iran dan secara efektif menghancurkan JCPOA.

Amerika Serikat melakukan interpretasi sendiri secara sepihak terhadap resolusi Dewan Keamanan no.2231 demi memaksakan kepentingannya. Padahal, resolusi ini tidak terpisah dari JCPOA, oleh karena itu semua tindakan AS di Dewan Keamanan PBB bersifat ilegal dan unilateral.

Mikhail Ulyanov, Wakil Rusia untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina, dalam sebuah pernyataan mengatakan tidak ada pihak yang memandang serius upaya konyol AS untuk menempatkan dirinya sebagai anggota JCPOA

Keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA pada tahun 2018 menyebabkan negara tersebut tidak lagi menjadi anggota perjanjian nuklir internasional 2015, sehingga tidak berhak menggunakan mekanisme pemicu yang telah ditetapkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 untuk mengembalikan sanksi terhadap Iran.

 

 

Dengan pertimbangan ini, mayoritas negara anggota JCPOA  Agustus lalu menentang resolusi anti-Iran yang diusung Washington, dan AS mengalami kekalahan telak yang bersejarah di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perlawanan terhadap unilateralisme AS untuk memastikan impelementasi aturan internasional dan mekanisme global demi menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Sebaliknya, ketidakpedulian terhadap tindakan destruktif AS memiliki konsekuensi universal yang tidak hanya menyasar satu atau beberapa negara saja, tapi berdampak kerusakan berskala luas dan global.

Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi percaya bahwa perlindungan terhadap JCPOA dari unilateralisme AS menjadikan semua anggota Dewan Keamanan bertekad tidak akan membiarkan Amerika Serikat memaksakan keinginannya untuk menghancurkan JCPOA yang didukung oleh komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB.

Tampaknya, itikad kuat mayoritas negara anggota Dewan Keamanan PBB yang menentang interpretasi sepihak AS terhadap Resolusi 2231, akan menjadikan 20 September 2020 sebagai hari kegagalan bagi Amerika Serikat, kecuali ancaman dan tekanan AS akan mengubah situasi.

Bagaimanapun, melawan unilateralisme AS dan terjaminnya hak-hak Iran sebagaimana diatur dalam JCPOA sebagai syarat untuk keberlangsungan perjanjian internasional ini. Oeh karena itu, segala bentuk dukungan terhadap langkah destruktif AS di Dewan Keamanan akan merusak multilateralisme dan akan menyulut reaksi setimpal dari Iran.(PH)

Tags

Komentar