Sep 21, 2020 19:36 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tersirat mengakui posisi unggul Republik Islam Iran di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Donald Trump Ahad (20/9/2020) dalam wawancaranya dengan Fox News kembali mengakui keterkucilan Amerika terhadap Iran dan menyebut JCPOA sebuah kesepakatan bodoh. "Kesepakatan ini, membuat setiap pekerjaan mustahil dilakukan, oleh karena itu kami mengakhiri kesepakatan ini," paparnya.

Lebih lanjut Trump menyebut JCPOA sebuah tragedi besar dan menambahkan, Mantan menlu AS John Kerry sosok yang tak kompeten dan ia berunding untuk sebuah kesepakatan yang memberi apa saja yang diinginkan Iran.

Trump di wawancaranya ini kembali mengulang klaim tak berdasarnya mengenai dukungan Iran terhadap terorisme dan mengklaim, sanksi ekonomi membuat Iran tidak dapat memberi dana kepada setiap kelompok teroris di seluruh dunia.

Meski ada penentangan dari anggota Dewan Keamanan PBB, Menlu AS Mike Pompeo hari Sabtu (19/9/2020) mengklaim seluruh sanksi PBB terhadap Iran termasuk embargo senjata dipulihkan kembali.

Menlu tiga negara Eropa anggota JCPOA (Prancis, Inggris dan Jerman) hari Ahad (20/9/2020) di statemen bersama saat merespon klaim Amerika menekankan komitmen penuh mereka untuk melaksanakan resolusi 2231 Dewan Keamanan.

Klaim Amerika terkait pulihnya seluruh sanksi PBB terhadap Iran menuai respon dari petinggi berbagai negara dunia. (MF)

 

Tags

Komentar