Sep 24, 2020 10:20 Asia/Jakarta
  • Presiden AS, Donald Trump
    Presiden AS, Donald Trump

Presiden AS, Donald Trump dalam pidatonya yang disampaikan di sidang Majelis Umum PBB menyinggung berbagai isu penting, termasuk menyerang Cina dalam masalah pandemi global.

Presiden Amerika paling kontroversial ini dalam statemennya menyebut Covid-19 sebagai "virus Cina". Trump mengatakan, "Amerika Serikat sedang memerangi musuh yang tidak terlihat (virus Cina), dan Cina sebagai negara pertama yang menyebarkan virus Corona harus mempertanggungjawabkannya." Ia juga meminta PBB segera meminta pertanggungjawaban Beijing atas penyebaran Covid-19 di seluruh penjuru dunia, terutama di AS.

Hubungan antara AS dan Cina mengalamai ketegangan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perang dagang antara kedua negara dipertajam dengan masalah Covid-19 yang sedang "digoreng" oleh Trump untuk menutupi kegagalannya menangani pandemi global di negaranya sendiri. 

Presiden AS berulangkali untuk melancarkan perang kata-kata terhadap pejabat Cina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam masalah Covid-19.

Di tengah gencarnya kritik dari opini publik dan banyak elit serta pakar negaranya, Trump justru semakin berusaha untuk membenarkan dirinya sendiri dan menyalahkan Cina menjelang pemilu presiden AS. Trump menuduh Beijing menunda-nunda pengumuman penyebaran virus Corona dan gagal memberikan data statistik yang akurat.

Jumlah kematian akibat virus di Amerika Serikat sekarang melebihi 200.000 orang, dan tercatat menempati angka tertinggi di dunia. Kurangnya fasilitas medis yang diperlukan dan rendahnya akses terhadap obat-obatan dan perawatan untuk semua bagian negara bagian karena mahalnya biaya pengobatan, diperparah dengan kurangnya dukungan Trump terhadap kebijakan untuk mengumumkan pembatasan dan peraturan karantina, serta keterbatasan peralatan diagnostik yang memadai dan mahal. Buruknya kinerja pemerintahan Trump dalam penanganan Covid-19 menjadikan popularitasnya terus tergerus menjelang penyelenggaraan pemilu presiden. Dalam keadaan seperti ini, Trump masih berusaha menyalahkan Cina atas penyebaran wabah Corona.

 

 

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia berulangkali membantah klaim Trump tersebut. Mike Ryan pejabat senior WHO mengatakan, "Organisasi Kesehatan Dunia belum menerima informasi apa pun dari Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa tuduhan itu benar,". Bahkan komunitas intelijen Amerika telah menyatakan bahwa virus Corona bukanlah buatan manusia atau hasil rekayasa genetika.

Di dalam negeri, Trump juga berusaha menekan pihak-pihak yang terlibat dalam produksi vaksin Corona dan mengeksploitasinya secara politis demi menyisihkan rivalnya dari Partai Demokrat Joe Biden. 

Dengan tenggat waktu kurang dari dua bulan sebelum pemilu presiden AS, Trump melakukan segala cara demi berkuasa kembali periode kedua. Tudingan terhadap Cina dalam masalah Covid-19 tidak lain dari upaya Trump untuk menutupi ketidakefektifan pemerintahannya dalam penanganan virus Corona.(PH)

Tags

Komentar