Sep 24, 2020 18:07 Asia/Jakarta
  • Josep Borrell
    Josep Borrell

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa di statemen intervensifnya mengatakan, Uni Eropa tidak mengakui kepemimpinan Presiden Alexander Lukashenko di Belarus.

"Pemilu presiden terbaru di Belarus tidak digelar secara bebas dan adil," klaim Josep Borrell di tweetnya Kamis (24/9/2020) seperti dilaporkan laman Farsnews.

Di tweetnya Borrell juga mengklaim bahwa acara pelantikan Lukashenko pada 23 September 2020 dan pengukuhannya tidak memiliki legalitas demokrasi.

Sementara itu, proses pelantikan Lukashenko digelar di Minsk dengan dihadiri ratusan pejabat parlemen dan pemerintah Belarus serta secara resmi ia menjabat presiden negara ini.

Setelah pemilu keenam digelar pada 9 Agustus lalu dan Lukashenko diumumkan sebagai pemenang, para pendukung Sevtlana Tsikhanovskaia, rival utama Lukashenko yang kalah mulai turun ke jalan-jalan di berbagai kota negara ini memprotes proses penyelenggaraan pemilu di negara mereka dan terlibat bentrokan dengan polisi.

Uni Eropa juga mendukung kubu anti pemerintah Belarus.

Lukashenko baru-baru ini seraya mengisyaratkan protes Belarus menyatakan, sumber dari aksi protes ini dari luar negeri. (MF)

 

Tags

Komentar