Sep 27, 2020 08:48 Asia/Jakarta

Kegagalan pemerintah Trump pada banyak masalah internasional, seperti perang melawan virus Corona dan kembalinya sanksi internasional terhadap Iran, termasuk embargo senjata, telah membuat para pejabat AS menyalahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kelly Craft, Duta Besar AS untuk PBB menuduh badan internasional tersebut gagal memenuhi misinya untuk menjadikan dunia tempat yang lebih aman, lebih demokratis, dan lebih berhasil. Mengakui sikap negatif negara-negara terhadap Amerika Serikat, dia mengaitkan masalah itu dengan kebencian politik mereka terhadap Washington.

Duta Besar AS selanjutnya mengklaim bahwa alih-alih mengkritik negaranya, PBB harus mengapresiasi dan mendorong Amerika Serikat atas tindakan dan kebijakannya, termasuk terhadap Iran dan memberikan porsi terbesar dari anggaran PBB dan mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk memerangi virus Corona dan penyakit COVID-19 di dunia.

Kelly Craft, Duta Besar AS untuk PBB

Faktanya adalah bahwa pemerintah Trump telah banyak dikritik oleh banyak negara karena pendekatan sepihaknya terhadap banyak masalah dan masalah internasional, dan karena memberikan orisinalitas pada aspirasi dan kepentingan Amerika, yang dalam banyak kasus bertentangan dengan kepentingan global. Baik negara-negara itu rival atau partnernya.

Contoh yang baik dari ini adalah pendekatan pemerintah Trump ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan penarikan dana Washington untuk organisasi ini dengan dalih berkomplot dengan Cina, serta kekurangannya dalam menangani virus Corona dan penyakit COVID-19.

Craft mengklaim bahwa WHO tidak lebih dari juru bicara Cina. Donald Trump, yang menghadapi kegagalan terbesar untuk melawan virus Corona dan penyakit COVID-19, dan jumlah kematian akibat penyakit di Amerika Serikat telah melebihi 206.000 orang, untuk menjustifikasi kecacatan dan salah urusnya, ujung tajam serangannya diarahkan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia. Langkah pemerintahan Trump ini telah memberikan pukulan bagi perjuangan efektif badan internasional itu melawan penyakit dan perawatan kesehatan di seluruh dunia.

Menurut Deirdre Shesgreen, reporter USA Today, "Trump dan para penasihatnya menuduh Organisasi Kesehatan Dunia menjadi alat Cina dan para pemimpinnya gagal menekan Cina untuk sepenuhnya transparan tentang tingkat dan intensitas keparahan epidemi virus Corona."

Masalah lain yang dikutip oleh duta besar AS untuk PBB adalah kurangnya dukungan terhadap AS yang pada kenyataannya adalah isolasi mengerikan Washington dari masalah pengembalian sanksi internasional terhadap Iran dengan dalih pelanggaran Iran terhadap JCPOA dan penggunaan apa yang disebut Washington sebagai mekanisme Snapback.

Dalam hal ini, Dewan Keamanan bukan hanya secara transparan menentang klaim AS, tetapi juga pejabat tertinggi PBB, Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB secara eksplisit menyatakan bahwa dia tidak dapat mengambil tindakan apa pun dalam menanggapi klaim AS bahwa sanksi internasional terhadap Iran akan kembali. Karena ada ketidakpastian dalam masalah ini.

Dewan Keamanan PBB

Sikap Dewan Keamanan dan Guterres yang belum pernah terjadi sebelumnya membuat Washington mengambil sikap pasif. Amerika Serikat mengklaim bahwa berlanjutnya sanksi PBB terhadap Iran tidak memerlukan konsensus di antara anggota Dewan Keamanan. Terlepas dari klaim ini, sikap bermusuhan duta besar AS terhadap tindakan badan internasional tersebut sekarang mencerminkan kemarahan besar Washington pada PBB dan kegagalan Dewan Keamanan untuk mematuhi kebijakan dan tuntutan irasional AS.

Tags

Komentar