Okt 01, 2020 00:22 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi Presiden Donald Trump dan peta Suriah.
    Ilustrasi Presiden Donald Trump dan peta Suriah.

Pemerintah AS sejalan dengan kebijakan konfrontatifnya, menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas yang terkait dengan pemerintah Suriah.

Seperti dilaporkan televisi France 24, Departemen Keuangan AS pada Rabu (30/9/2020) mengumumkan bahwa gubernur Bank Sentral Suriah bersama 16 individu atau entitas yang terkait dengan pemerintah Damaskus telah dijatuhi sanksi.

Namun, kantor berita Reuters melaporkan bahwa 13 entitas dan 6 individu Suriah telah dimasukkan dalam daftar sanksi AS.

Departemen Keuangan AS menekankan bahwa sekarang adalah waktunya untuk menyelesaikan masalah Suriah secara damai berdasarkan resolusi 2254, dan sanksi tersebut akan dipertahankan selama pemerintah Suriah belum menghentikan kekerasan.

Sementara itu, Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir O. Pedersen mengkritik sanksi ekonomi terhadap Damaskus dan mengatakan sanksi-sanksi sepihak tidak boleh menghalangi akses rakyat Suriah terhadap bahan makanan dan obat-obatan.

AS menjatuhkan sanksi yang disebut Caesar Act, terhadap Suriah sejak Juni 2020. Sanksi ini menargetkan negara, individu atau entitas yang memberikan dukungan kepada pemerintah Suriah.

Caesar Act bertujuan untuk memaksa Presiden Bashar al-Assad membuat konsesi politik. Penerapan sanksi ini telah memicu peringatan tentang munculnya krisis kelaparan di Suriah. (RM)

Tags

Komentar