Okt 11, 2020 12:20 Asia/Jakarta

Setelah Donald Trump dilantik sebagai presiden AS pada 2017, Gedung Putih mengambil pendekatan untuk menarik diri dari berbagai perjanjian internasional, termasuk pengendalian senjata. Saat ini, satu-satunya perjanjian yang tersisa, New START berada dalam bahaya.

Tapi di tengah pesimisme tersebut, Moskow dan Washington tampaknya telah mencapai kesepakatan awal tentang perpanjangan perjanjian New START.

Situs IBS News melaporkan, kesepakatan awal antara negosiator AS dan Rusia tentang kelanjutan pengurangan persenjataan nuklir kedua negara telah diumumkan. Perjanjian ini telah ditandatangani oleh Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, tetapi negosiator perlu menentukan detail seperti verifikasi perjanjian dan persyaratan kepatuhan terhadap perjanjian tersebut.

Jika semuanya berjalan lancar, kesepakatan antara Amerika Serikat dan Rusia bisa diumumkan sebelum pemilu presiden AS pada 3 November mendatang. Pemerintahan Trump juga ingin Cina bergabung di dalamnya..

Pada Juni lalu, Donald Trump mengklaim menginginkan perjanjian non-proliferasi Nuklir baru. Tapi faktanya langkah yang diambil Gedung Putih bertentangan dengan pernyataan Trump melalui langkahnya keluar dari Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) dan Open Skies dengan berbagai alasan, serta menetapkan persyaratan untuk pembaruan perjanjian New START. 

Para pengamat politik internasional menilai pakta New START sebagai batu ujian untuk verifikasi dan langkah-langkah membangun kepercayaan kedua pihak untuk menjamin tingkat prediktabilitas, transparansi, dan interaksi kerja yang tinggi dalam hubungan strategis antara kedua kekuatan global dunia.

Washington pertama kali meminta Cina untuk bergabung dengan perjanjian kontrol senjata baru, termasuk pakta New START, serta penghapusan senjata supersonik dari gudang senjata Rusia sebagai dua syarat penting perpanjangannya. Namun, Cina dan Rusia tidak menerima syarat tersebut.

 

Donald Trump dan Vladimir Putin

 

Pada akhirnya, Amerika Serikat cenderung melunak dengan menyesuaikan persyaratannya. Selama pembicaraan baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Rusia pada 5 Oktober tentang perjanjian New START di ibu kota Finlandia, Helsinki, utusan AS Marshall Billingslea mengusulkan ke Moskow agar perjanjian New START diperpanjang kurang dari lima tahun, sehingga dokumen multilateral dapat dicapai secepat mungkin. 

"Washington mengusulkan agar Rusia menandatangani nota kepresidenan sebelum tanggal kedaluwarsa perjanjian News START pada Februari 2021, yang menurut Amerika Serikat harus memasukkan klausul tentang partisipasi Cina dalam perpanjangan pakta jangka panjang yang baru," kata Billingslea. 

Sergei Ryabkov selaku wakil menteri luar negeri Rusia sekaligus utusan Moskow dalam negosiasi dengan Washington menentang ketentuan dan ultimatum AS kepada Rusia. Namun, menurut ABC News, tampaknya Moskow dan Washington telah mencapai kesepakatan awal di tingkat presiden tentang perpanjangan perjanjian New START. 

Tampaknya, perjanjian tersebut harus dipandang sebagai penarikan Amerika Serikat dari persyaratan yang diajukan sebelumnya, terutama mengenai keharusan masuknya Cina dalam perjanjian apapun terkait perpanjangan New START. 

Pada saat yang sama, Trump sedang mengeruk keuntungan dalam kebijakan luar negerinya selama beberapa pekan menjelang pemilu presiden. Tapi, desakan Washington mengenai perpanjangan terbatas dari perjanjian tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak bermaksud membatasi dirinya dalam jangka panjang.(PH)

Tags

Komentar