Okt 27, 2020 20:35 Asia/Jakarta

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Prancis dalam laporan tahunannya tentang "Rasisme, Anti Semitisme dan Xenophobia" menyebutkan bahwa rasisme di negara Eropa Barat ini meningkat.

Mengapa rasisme bisa meningkat di Prancis? Menurut para pakar, pemerintah Prancis sendiri, para pemimpin politik dan media arus utama secara langsung bertanggung jawab atas peningkatan rasisme di negara tersebut. Pasalnya, mereka terlibat dalam menghasut kebencian, menciptakan ketakutan, dan menstigmatisasi komunitas Muslim, warga kulit hitam dan migran pada umumnya.

Hal itu seperti apa yang dijelaskan analis politik Olivier Le Cour Grandmaison dalam buku yang baru-baru ini diterbitkan "Rasisme di Prancis", sebuah karya kolektif yang ditulis oleh 24 penulis.  

Saat ini pemerintah Paris menginginkan undang-undang baru yang menentang separatisme. Namun para pakar mengatakan bahwa undang-undang yang ada saat ini lebih dari cukup untuk memberikan sanksi terhadap kegiatan kriminal.

Prancis yang memiliki sekitar 5 juta penduduk Muslim merupakan negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa Barat.

Sebuah RUU baru sedang disusun untuk memperketat kontrol atas pembiayaan masjid dan asosiasi yang melayani komunitas agama. RUU ini rencananya akan dibahas di parlemen Prancis awal tahun depan.

Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga Muslim, sebab, mereka berpotensi menjadi sasaran kekerasan dan rasisme. (RA)

Tags