Nov 08, 2020 15:17 Asia/Jakarta
  • Aksi protes mengecam Emmanuel Macron.
    Aksi protes mengecam Emmanuel Macron.

Seorang penyair Prancis menyebut penghinaan Presiden Emmanuel Macron terhadap umat Islam sebagai kesalahan besar, dan mengatakan dia telah mundur dari sikapnya, tetapi akan lebih baik jika ia tidak membuat kesalahan seperti itu.

Seperti dilansir AFP, Minggu (8/11/2020), penulis dan penyair Prancis, Murad Bial mengatakan statemen dan sikap Presiden Macron tentang Islam adalah kesalahan besar di mana dampaknya harus dibayar oleh mereka yang tidak bersalah.

Mengacu pada aksi boikot yang dilakukan sebagian Muslim terhadap produk Prancis, Bial menuturkan pernyataan Macron menyebabkan kerugian ekonomi bagi Prancis karena sebagian orang memboikot barang-barang Prancis.

Menurut penyair Prancis ini, penghinaan tabloid Charlie Hebdo terhadap Nabi Muhammad Saw bukanlah kebebasan berbicara, kebebasan berekspresi memiliki batasan dan awal dari batasan ini adalah tidak menghina agama.

Penerbitan karikatur Nabi Muhammad Saw oleh Charlie Hebdo dan dukungan Macron atas aksi itu dengan dalih kebebasan berekspresi, telah memicu gelombang protes dari masyarakat Muslim di seluruh dunia.

Di banyak negara Muslim, bendera Prancis dan foto presidennya dibakar dan unjuk rasa dilakukan di depan kedutaan negara itu. Umat Islam menuntut permintaan maaf resmi dari presiden Prancis.

Perkembangan ini membuat Macron mundur dari sikap sebelumnya. Dalam wawancara eksklusif dengan televisi Aljazeera pada 31 Oktober lalu, Macron mengatakan ia memahami kemarahan umat Islam atas karikatur yang menghina Nabi Muhammad. (RM)

Tags